GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdastri) setempat menggelar operasi pasar di tiga lokasi berbeda.
Ada 1.680 tabung gas elpiji isi 3 Kg yang disalurkan dalam kegiatan operasi pasar tersebut.
Kepala Disperdastri Kabupaten Gowa, Andi Sura Suaib melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperdastri, M Rais, mengatakan dalam operasi pasar tersebut ada tiga lokasi yang dijadikan tempat penyaluran, masing-masing, Kecamatan Sombaopu yang dipusatkan si halaman Kantor Disperdastri Gowa sendiri, Kantor Kecamatan Pallangga, dan Pasar Limbung di Kecamatan Bajeng.
Masing-masing lokasi kata Rais diberi jatah sebanyak 560 tabung. Sedangkan untuk masalah penjualan kepada warga pihak Dispedastri hanya dibatasi satu tabung per kepala keluarga.
“Kami sengaja membatasi pengambilan tabung untuk menghindari pembeli dari pengecer maupun warung makan,”ungkapnya di sela-sela operasi pasar di Kantor Disperdastri Gowa.
Harga jual pada masyarakat sebesar Rp15.500, atau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Awalnya, Disperdastri dan PT Pertamina menyepakati pengambilan maksimal per KK sebanyak dua tabung. Namun karena animo masyarakat tinggi, akhirnya dibatasi.
“Memang awalnya satu KK dua tabung tapi banyak permintaan. Dan takutnya tidak terbagi merata jadi dibuatkan kebijakan baru. Jadi ada beberapa yang dapat dua tabung ada yang hanya satu tabung,” lanjutnya.
Dia juga mengimbau dengan tegas, agar pemilik warung atau pelaku usaha tidak menggunakan elpiji 3 kg. Karena elpiji jenis ini hanya untuk warga pra sejahtera.
“Sebelum adanya kelangkaan kami memang membolehkan, bahkan 70 % distribusi elpiji 3 Kg diperuntukkan bagi pelaku usaha dan 30 % untuk warga kurang mampu. Saat ini terbalik, 70% untuk warga dan 30 % lainnya dengan catatan jika kebutuhan harga kurang mampu ini telah terpenuhi,” terangnya. (an).
Comment