Oknum TNI Pukuli Pemuda Hingga Ibunya Meninggal, Dandim Bone Sebut Itu Spontan

BONE, BERITA-SULSEL.COM — Dikonfirmasi terkait kasus pemukulan yang dilakukan bawahannya, Lasunardin, terhadap Wawan (19), pemuda asal Desa Pasempe Kecamatan Palakka Kabupaten Bone, yang berbuntut pada kematian ibunya karena shock melihat anaknya berlumur darah, Dandim 1407 Bone, Letkol Inf Mustamin, mengaku kalau itu adalah aksi spontan Lasunardin.

Ditambahkan kalau informasi tentang sikap arogansi Lasunardin adalah info sepihak karena Lasunardin justru pernah mendapat penghargaan sebagai Babinsa terbaik dari Polres Bone, beberapa waktu lalu.

“Dia (Lasunardin) sebenarnya korban, kakinya jahitan tiga, tidak usah terlalu banyak pemberitaan karena nanti si anak (korban) rugi, tidak pakai helm, SIM tidak ada” beber Mustamin.

Justru menurut Mustamin, bawahannya tidak menabrak Wawan, karena saat itu Lasunardin sudah menghindar tapi tetap mengenai kaki korban. Dan tentang pemukulan yang diakui Wawan sebanyak 7 kali oleh pelaku, Mustamin sebut itu aksi spontan.

“Namanya refleks lihat darah, pukulnya sebenarnya dua kali atau tiga kali, tidak sampai tujuh kali. Dia (Lasunardin) berpikir anak ini marah jadi dia emosi, lihat anggota saya tiga jahitan, kasian dia” tambahnya.

Antara pelaku dan korban, kata Mustamin, ada hubungan keluarga sehingga sudah pernah berusaha diselesaikan secara internal, namun ada pihak yang menghalangi. Bahkan Lasunardin disebut pernah datang melayat tapi justru diancam badik sama keluarga korban.

“Tidak perlu terlalu meluas beritanya karena tidak parah bagaimana, mending berita pembangunan” tutupnya. (eka)


Comment