Hari Sumpah Pemuda, Rektor UNM : Jangan Jadi Generasi Hoaks

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pesat perkembangan teknologi komunikasi memaksa manusia untuk cepat menyesuaikan diri, berbagai alat sarana komunikasi yang banyak digunakan saat ini menciptakan ancaman tersendiri, khususnya para pemuda dan mahasiswa.

Melalui Hari Sumpah Pemuda ke-90 dengan tema sentral yakni “Bangun Pemuda Satukan Indonesia” harus menjadi dasar generasi muda saat ini untuk terus berkarya. Bukan terjerumus dalam perbuatan salah. Termasuk dalam menyebarkan informasi bohong.

Hal ini disampaikan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam kepada wartawan setelah memimpin upacara peringantan Hari Sumpah Pemuda ke 90 di pelataran Gedung Phinisi, Senin (29/10/2018).

“Gempuran informasi bohong atau hoaks di media soaial berpengaruh pada persepsi masyarakat. Untuk itu, melalui Hari Sumpah Pemuda saya mengajak masyarakat, khususnya pemuda untuk tidaj menjadi generasi hoaks,” ujarnya.

Kata dia, tema besar ini diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang mampu berkiprah pada zamannya, merawat kebhinekaan, dan tetap teguh mempertahankan NKRI.

Rektor UNM, Prof Husain Syam memimpin memberikan keterangan pers soal Hari Sumpah Pemuda

Menurut Prof Husain Syam, ancaman globalisasi kini semakin gila. Sebagai anak muda, diharapkan mampu menjadi garda terdepan mnegawal keutuhan bangsa, salah satunya dengan cara merawat kearifan lokal.

“Generasi muda harus mampu tampil lebih utuh sebagai manusia Indonesia yang berbuda dan beradat,” tutup Prof Husain Syam.

Kata dia, pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing.

Namun, pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari hoax, hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabil kaum muda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara.

Revolusi mental yang dicanangkan, jelas Prof Husain amat relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju. Ciri pemuda yang maju adalah pemuda berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing.

“Revolusi mental harus dapa kita jadikan sebagi pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju. Dengan mewujudkan pemuda yang maju berarti kita dapat menghasilkan bangsa yang hebat,” ujarnya.

Pemuda-pemuda hebat Indonesia telah lahir dan mampu berkompetisi di Kancah Asia. Perhelatan Asian Games 2018, atlet-atlet muda Indonesia bersaing dengan bangsa-bangsa Asia, dan berhasil menduduki peringkat ke-4, serta di ajang Asian Para Games para atlet kita berhasil menduduki peringkat ke-5.

“Ini adalah sejarah baru kebangkitan olaharaga Indonesia. Serta harus dijadikan momentum untuk terus membangun optimisme pemuda Indonesia dengan bekerja keras mewujudkan prestasi diberbagai bidangnya,” ujarnya. (*)


Comment