MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulsel, Ryan Latief menyayang pernyataan Kapolda Sulsel yang baru, Irjen Pol Hamidin sebelumya menjabat perwira tinggi (Pati) Densus 88 Polri.
Kata Ryan, pernyataan Hamidin dibeberapa media menyebut Sulsel sebagai daerah teroris dan kampus-kampus banyak berpaham radikal sangat jauh dengan kondisi sebenarnya.
“Peryataan ini sangat melukai hati warga Sulawesi Selatan. Hamidin tidak menjunjung tinggi nilai agama Islam dan toleransi beragama di Sulsel,” ujarnya.
“Polri adalah pengayom masyarakat, bukan momok yang menakuti-nakuti,” kata Ryan.
Menurut Ryan, masyarakat adat di Sulsel sangat menjujung tinggi kearifan lokal bangsa Indonesia. SulSel merupakan provinsi terbanyak ummat Islam, jangan dicap teroris dan radikal. Hal ini sangat merusak nama baik masyarakat Sulsel.
Kapolda sebelumnya, tambah Ryan, Irjen Pol Umar sangat islami. Selama bertugas di Sulsel sangat baik dan akrab dengan masyarakat.
“Kami merasa kehilangan dengan Irjen Pol Umar, selama kepemimpinannya Sulsel aman dan kondusif, harmonis antar ummat beragama dengan sentuhan keislaman beliau,” ujarnya.
“Selama Irjen Pol Umar menjadi Kapolda, banyak perubahan yang dilakukan di Sulsel,” tambahnya.
Ryan berharap, Kapolda Sulsel yang baru bisa meniru, bahkan lebih baik lagi. Bukan sebaliknya menciptakan stuasi yang tidak humanis dan membuat masyarakat Sulsel tidak respek.
“Hamidin pernah menjadi Kapolres dibeberapa daerah di Sulsel, seharusnya tidak begitu,” ujarnya.
Ryan juga menyampaikan selamat bertugas kepada Irjen.Pol Hamidin di Sulsel sebagai Kapolda Baru.
“Bapak mantan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar, terima kasih atas pengabdian bapak selama bertugas. Banyak hal yang kami pelajari selama bapak bertugas,” ujarnya.(*)
Comment