MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Revolusi industri 4.0 merupakan revolusi industri keempat, hadir setelah terjadi revolusi industri pertama dengan ditemukannya mesin uap.
Revolusi industri kedua yang berkaitan dengan listrik, revolusi industri ketiga yang serba komputerisasi.
“Revolusi industri 4.0 ditandai perkembangan teknologi dan informasi yang sangat luar biasa. Dalam era ini sering terdengar istilah artificial intelligent, robotika, internet of thinks hingga mesin cetak 3D,” ujar Rektor Universitas Negeri Makassar Prof. Dr. Husain Syam, M.T.P saat memberikan sambutan dalam dialog publik ekonomi kreatif sebagai penggerak industri 4.0 di Menara Phinisi, Jalan A.P Pettarani Makassar, Senin 4 Maret 2019.
Kata dia, perkembangan industri perekonomian sektor Kota Makassar dipandang perlu dalam peningkatan. Salah satu universitas ternama di Makassar kini menjadi sentra edukasi yang mengadakan diskusi publik akan hal tersebut.
Kata dia, revolusi 4.0 sebagai tantangan yang tak dapat dihindarkan. Persaingan usaha ekonomi kreatif tak bisa terhindarkan.
“4.0 bukan lagi hal yang harus dihindari. Ini saatnya meningkatkan kreativitas ekonomi harus dengan dukungan revolusi tersebut,” kata dia.
“Republik kita harus pikirkan kepentingan dan juga kebutuhan masyarakat. Hal yang sangat sering terjadi bahkan meresahkan setidaknya dapat diminimalisir,” ujarnya.
Contohnya, kata Prof Husain, pertengkaran yang terjadi disebabkan tidak adanya lembaga khusus menangani informasi tidak jelas alias hoax. Sehingga memungkinkan terjadinya kudeta antar masyarakat.
“Perlu adanya lembaga khusus yang menangani masalah tersebut, karena musuh kita hadapi bukan lagi fisik, namun hal tidak nampak sekalipun dapat menjadi momok yang menakutkan,” ungkapnya. (*)
Comment