MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pusat Penelitian Gender dan Anak LP2M UNM melakukan pengabdian kepada masyarakat bekerja sama dengan judul PKM Pelatihan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak untuk Tim Penggerak PKK Desa Bonto Tiro, Kabupaten Bantaeng.
Pelatihan dikoornatori Dr Lu’mu Taris MPd dan anggota pelaksananya Prof Dr Andi Kasmawati M Hum.
Ketua PKM yang juga Kepala Pusat Penelitian Gender dan Anak UNM, Dr Lu’mu Taris MPd mengatakan, respon peserta yang telah mengikuti kegiatan ini sangat baik. Hal ini bermanfaat dalam pengasuhan, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kata dia, materi yang diberikan penjelasan tentang gender, perbuatan yang tergolong kekerasan, teknik berinternet sehat, dan lagu-lagu pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Peserta belajar tentang jenis-jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui metode bernyanyi,” ujarnya.
Kata Dr Lu’mu, peserta berdiskusi dalam kelompoknya tentang kekerasan yang pernah dilihat, didengar, dan tahu pun dirasakan baik atas dirinya maupun atas orang lain.
“Setelah mereka menerima materi pelatihan, peserta telah mengetahui dengan baik isi materi tersebut. Mereka bersepakat untuk menyebar luaskan kepada pengurus dan anggota Tim Penggerak PKK lainnya,” ujarnya.
“Begitu pula adik-adik remaja putri, mereka menyampaikan kepada rekan-rekan lainnya,” tambahnya.
Sitti, salah satu peserta dan pengurus Tim Penggerak PKK Desa Bonto Tiro Kecamatan Sinoa Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan yang ikut dalam kegiatan ini mengapresiasi dengan baik.
“Peserta cukup banyak, yakni 16 orang. Ada juga perwakilan remaja puteri sebanyak 10 orang,” ujarnya.
St Rasniah, salah satu pengurus Tim Penggerak PKK mengaku, pihaknya sangat membutuhkan pola dan metode pengasuhan terhadap anak, begitu pula tentang pemberdayaan perempuan.
“Untuk itu, kami semua berharap agar pelatihan seperti ini dari UNM berkesinambungan atau berkelanjutan,” ujarnya. (*)
Comment