Jangan Coba Investasi Berjangka di PT Kontak Perkasa Futures, Ini Bahayanya

Jangan Coba Investasi Berjangka di PT Kontak Perkasa Futures, Ini Bahayanya

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Yudith, salah satu pengembang perumahan di Makassar mengaku telah mengalami kerugian hingga Rp160 juta rupiah dalam hitungan hari.

Kata dia, marketing PT Kontak Perkasa Futures, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa investasi dan saham pialang. Perusahaan ini berkantor di Menara Bosowa, Jalan Jenderal Sudirman, menawarkan dirinya untuk melakukan inevstasi dengan membeli produk berjangka dengan jual beli Emas. Invetasi ini sangat berbahaya.

Keuntungan yang ditawarkan juga cukup besar, jelas Yudith. Modal pertama investasi sebesar Rp100 juta dengan keuntungan Rp10 juta perbulan.

“Janjinya cukup menyakinkan. Bahkan margin error atau kerugiannya katanya paling besar Rp20 juta. Karena yakin, saya cuma meminta brokernya bermain aman dengan target Rp8 juta perbulan,” jelasnya kepada wartawan di Makassar, Jumat (6/9/2019).

Namun, ujar Yudith, setelah melakukan invetasi sebesar Rp100 juta tanggal 3 Mei 2019. Bukan keuntungan yang didapat. Berselang satu bulan, uang yang dimilikinya sisa Rp50 juta.

“Tapi, brokernya tetap menyakinkan akan mendapatkan untungan. Setelah 15 hari kemudian, uang yang saya miliki tinggal Rp10 juta. Investasi mulai kritis. Akhirnya marketingnya minta penambahan uang,” ujarnya.

“Dalihnya agar uang yang nyaris Rp100 juta bisa diselamatkan. Akhir saya tambah investasi sebesar Rp60 juta pada pertengahan Juni 2019 lalu,” ujarnya.

“Saya berfikir, dari pada uangnya hilang. Akhirnya saya tambah. Namun, dua bulan setelah investasi kedua, semua yang saya habis,” kesalnya.

Tak sampai disitu, tambah Yudith, marketingnya lagi-lagi minta tambahan uang agar uang yang sudah dikeluarkan sebesar Rp160 juta bisa kembali.

“Saya tak mau lagi. Biarkan uang tersebut hilang begitu saja. Saya meresa terkecoh. Setelah uang saya habis, baru melihat isi kontraknya. Perusahaan ini sulit untuk digugat secara hukum,” ujarnya.

Yadith berharap, masyarakat yang mendapatkan tawaran investasi dengan membeli produk berjangka seperti emas, komiditas, atau forex sebaiknya jangan.

“Jangan coba berinvestasi pialang berjangka seperti yang saya lakukan di PT Kontak Perkasa Futures,” ujarnya.

Kepala Cabang PT Kontak Perkasa Futures, Taufan mengaku pihaknya merupakan perusahaan pialang resmi dan berkantor pusat di Jakarta.

Sehingga, kata Taufan, transaksi setiap klien akan diberitahu. Bahkan, dalam proses transaksi juga ikut menentukan akan melakukan pembelian atau tidak.

“Sebelum melakukan transaksi untuk jual beli. Tim kami melakukan koordinasi dengan klien. Apa saja akan dilakukan, termasuk tindakan selanjutnya. Bahkan setiap seriko juga diingatkan,” ujarnya.

Taufan mengaku, tak semua nasabah atau klien yang melakukan investasi di perusahaannya mengalami kerugian. Sebahagian besar banyak yang mendapatkan keuntungan.

“Klien kami memang ada yang mengalami kegurian. Tapi, tak semua. Hanya sebahagian kecil. Hari kami baru saja menarik keuntungan untuk klien kami. Jumlahnya cukup besar,” terangnya.

Bukan Investasi

Pialang berjangka bukan investasi, tapi berdagang. Kalau investasi itu Anda menanamkan modal untuk suatu usaha. Modal anda menjadi asset usaha.

Kemudian usaha itu berkembang. Lalu nilai investasi Anda ikut menjadi besar, seiring besarnya aset usaha itu. Maka anda mendapat untung dengan menjual asset yang sudah membesar itu.

Berdagang itu lain. Anda membeli barang dari pemasok berharga murah. Anda kemudian mencari pembeli yang bersedia membayar dengan harga lebih mahal. Anda dapat laba dari selisih itu. (*)


Comment