MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Makassar akan memulai survei terhadap 10 kandidat Walikota Makassar periode 2020-2025 yang telah mendaftar di PKS mulai 14 November hingga 30 November mendatang.
Survei ini dilakukan setelah tim penjaringan DPD PKS Makassar telah merampungkan pendaftaran kandidat yang telah mengembalikan formulir beberapa waktu lalu.
Andi Mustaman sebagai salah satu kandidat yang mendaftar dan mengembalikan formulir mengaku optimis mendapatkan hasil positif dari survei yang dilakukan DPD PKS Kota Makassar.
“Insya Allah hasilnya bagus, saya optimis dapatkan rekomendasi PKS nantinya,” ujar Aman sapaan akrab Andi Mustaman saat ditemui di Media Center Aman for Makassar, Kamis (14/11/2019).
Kata dia, dukungan dari masyarakat yang terus mengalir membuat ia semakin untuk bertarung menduduki posisi kursi 01 Kota Makassar. Selain itu, statusnya sebagai kader PKS membuat ia optimis mendapatkan rekomendasi PKS yang memiliki lima kursi di parlemen.
“Sebagai kader, saya wajib ikut membesarkan PKS di Kota Makassar,” ujarnya.
Aman menjadi salah satu Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) PKS daerah pemilihan Sulsel 1 pada Pileg lalu.
Sebelumnya, salah satu tim penjaringan DPD PKS Makassar, Fahmi menyampaikan survei ini dilakukan untuk mengetahui presentase popularitas dan elektabilitas bakal calon.
Hanya saja, menurut Fahmi tak ada patokan target terhadap presentase survei kandidat. Hasil yang diraih, itulah yang akan disetor ke DPW dan DPP sebagai bahan pertimbangan.
“Kita fokus pada nilai popularitas dan elektabilitas kandidat. Kita pasang target. Hanya disurvei saja. Kita hanya ingin lihat hasilnya yang kemudian sebagai pelengkap berkas bagi bakal calon untuk DPW dan DPP,” tuturnya.
Survei tersebut akan dilakukan untuk 10 kandidat yang telah mendaftar di PKS. Mereka ialah Andi Mustaman, Iqbal Jalil, Syamsu Rizal (Deng Ical), Munafri Arifuddin (Appi), Irman Yasin Limpo (None) dan Moh Ramdhan Pomanto (Danny). Selanjutnya Andi Bashar, Irianto Andi Baso Ence, Haris Yasin Limpo, dan Fadli Ananda.
Comment