Diduga Asal Jadi, Proyek pengerjaan Saluran Air di Poros Gowa-Takalar Tuai Sorotan

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Proyek Pengerjaan Saluran Air ( U-ditch ) tahap kedua yang berlokasi jalan Poros Makassar – Gowa- Takalar ditengarai dikerja asal jadi.

Salah satu item pekerjaan yang paling disorot soal pemasangan U-ditch. Di mana lantai dasar tidak dirabat atau di uruk seperti lazimnya pemasangan U-ditch pada umumnya..

Proyek yang menelan dana miliaran yang bersumber dari  APBN tahun 2019 juga disorot lantaran tidak memasang papan nama proyek.

“Mestinya kan pihak kontraktor pelaksana memasang papan proyek agar publik dapat ikut melalukan pengawasan secara baik di lapangan. Apalagi papan proyek adalah sebuah keharusan yang mesti dipasang pada lokasi kegiatan,” kata Ketua LSM Mapankan Sulsel, Muh Taufan di Sungguminasa, Rabu (2/1).

Muh.Taufan menjelaskan jika pengadaan U-ditch dan Coper untuk saluran seharusnya memakai kualitas K350. Namun , tapi kenyataan dilapangan disinyalir U-ditch dan Coper yang dipasang berkualitas rendah dibawah K350.

Hal ini terlihat banyak U-ditch dan Coper yang didatangkan dilokasi proyek sudah pecah-pecah, pretel, dan semenya berhambur

“Hal itu dapat kita ilihat saat pengerjaan proyek. Setelah dilakukan penggalian langsung dilakukan pemasangan U-ditch tanpa memperhatikan lantai dasar yang lazimnya dirabat beton dengan ketebalan 10 cm sehingga mutu dan kualitas pekerjaan sangat rendah,” ujarnya.

Selain menyorot kualitas pekerjaan, Taufan juga menyoal  tentang lemahnya pengawasan dari Balai Jalan dan Jembatan sebagai pihak penanggung jawab kegiatan. Selain itu  pihak konsultan / supervisi juga dinilai membuka peluang penyedia asal-asalan dalam pengerjaan tersebut

“Kami menduga ada praktek main mata antara pihak rekanan dan pihak balai,” tegasnya.

Sementara itu,  Rahim selaku Koordinator Pengawas Lapangan pada Balai Jalan dan Jembatan Nasional saat dikonfirmasi via selularnya mengaku tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan terkait sorotan yang disuarakan LSM Mapankan itu.

Bahkan Rahim mengarahkan wartawan media ini untuk mendatangi kantornya di Baddoka.

“Silahkan datangki ke kantor  nanti PPKnya yang memberikan penjelasan ” kata Rahim. (an).


Comment