MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sejumlah figur telah menyatakan diri akan ikut bertarung dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar September 2020 mendatang.
Tak terkecuali sejumlah wajah lama turut bermunculan. Namun, salah satu fenomena yang muncul adanya kecenderungan masyarakat tidak lagi tertarik dengan wajah lama.
Demikian disampaikan pengamat ekonomi politik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia, Abdul Haris, Kamis (30/1/2020).
Menurutnya, masyarakat cenderung tidak lagi menginginkan keberadaan nama-nama yang sudah ikut dalam pesta demokrasi lima tahunan di Kota Makassar.
“Salah satu faktor yang memungkinkan figur tersebut kurang disoroti publik yakni menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat,” ujar Haris sapaan akrabnya saat ditemui di salah satu Warkop, Jalan Toddopuli Raya Timur, Kamis (30/1/2020).
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIE Indonesia ini menyampaikan, dengan melihat problem tersebut, masyarakat lebih condong menginginkan Cawalkot wajah baru yang bertarung.
“Salah satu alasan juga seperti turunnya animo masyarakat kepada calon yang juga pernah bertarung lantas dikalahkan oleh surat suara kosong. Ini karena tidak bisa kita pungkiri setiap kontestasi politik ada edukasi juga yang muncul di masyarakat,” pungkasnya.
Comment