RTH Makassar Kurang dari 30%, Aman; Oksigen Tidak Dihasilkan dari Semen dan Beton

Drs HA Andi Mustaman MM

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Progres pembangunan yang digelontorkan melalui APBD maupun APBN harusnya lebih tepat sasaran dan lebih mengutamakan kemaslahatan masyarakat.

Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai paru-paru kota merupakan salah satu program yang harusnya lebih digenjot pembangunannya karena keberadaannya dianggap penting dan sangat diperlukan.

Hal ini disampaikan Bakal Calon (Balon) Wali Kota Makassar, Andi Mustaman merespon terkait persentase RTH Makassar yang sampai hari ini belum juga mencapai angka 30%.

Aman sapaan akrabnya yang ditemui di Media Centernya, Minggu (2/2/2020), mengaku, program pembangunan RTH bukan lagi persoalan biaya dan waktu. Sebab, pohon salah satu sumber oksigen bagi manusia.

“Kalau sampai hari ini belum sampai 30%, saya cuma mau bilang, oksigen itu tidak muncul dari semen dan beton,” ujar Aman.

Eks Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel dua periode ini menjelaskan, membahas problem ekologi maka kita akan berbicara persoalan ekosistem.

Kata dia, laut ditimbun akan merusak ekosistem laut yang berdampak pada penghasilan nelayan pesisir. Pohon ditebang, secara tidak langsung bukan hanya minim oksigen yang dihasilkan tapi juga membawa doa malapetaka datangnya banjir disetiap musim penghujan.

“Melihat ini benar-benar memberikan gambaran kepada kita semua bahwa tidak adanya keseriusan atau langkah tepat dalam kerangka pembangunan Kota Makassar. Sehingga ini menjadi catatan penting dari kami untuk menjadikan 30% RTH itu sebagai agenda prioritas,” tuturnya.


Comment