Soal Dualisme Dekan, Alumni FKM UMI Minta Yayasan Evaluasi Prof Basri Modding Sebagai Rektor

BERITA-SULSEL.COM – Pengurus Ikatan Ahli Kesehatan Masyararakat Indonesia (IAKMI) Sulteng yang juga alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), Fadly Umar SKM, Mkes meminta yayasan mengevaluasi rektor, Prof Dr Basri Modding, SE MSi terkait penetapan dan pelantikan dekan.

Kata dia, masa jabatan Dr. R. Sudirman, M.Si sebagai Dekan FKM UMI berakhir tanggal 22 Juli 2020 mendatang. Namun, Rektor UMI melantik dekan baru, Dr. Suharni, S.Pd., M.Kes.

Sehingga, Dr Sudirman tidak mengakui SK baru dari Rektor UMI menjadi polemik dikalangan mahasiswa dan alumni FKM UMI.

Baca Juga : Alumni FKM Tolak Suharni jadi Dekan, Humas UMI Sebut Penetapan Sesuai Aturan

Menurut Fadly, era Dr Sudirman menjadi dekan selama dua periode, FKM UMI mengalami kemajuan yang signifikan. Misalnya, Prodi S1 Kesmas akreditasi hampir A, biasa disebut B gemuk, S1 Keperawatan juga dari C naik jadi B.

Tak hanya itu, FKM UMI dipercaya membuka Program Profesi Ners, Prodi DIII Kebidanan dari C naik Jadi B. Bahkan Dr Sudirman terlibat serius dalam pembukaan Prodi S2 Kesmas.

Baca Juga : Dekan FKM UMI; Prof Basri Modding Langgar SK Rektor Terdahulu

“Selain itu, fasilitas perkuliahan juga sangat baik, sehingga ini membuat kebanggaan tersendiri bagi alumni,” ujarnya, Jumat (10/4/2020).

“Melihat rekam jejak Pak Sudiriman selama 2 periode jadi dekan, itu membuat kami bangga sebagai alumni. Kepemimpinan beliau sangat berprestasi, apa di kampus UMI tempat kami berproses tidak lagi menghargai prestasi orang?,” ujarnya.

“Dimana ukhuwah Islamiahnya kalau begitu, dekan diganti padahal masih ada masa amanah 4 bulan, sehingga menurut kami sungguh tidak adil di akhir periodenya beliau dihadapkan polemik seperti ini,” ungkapnya. (*)


Comment