oleh

Kecewa Dituntut Tinggi, Terdakwa Korupsi Dana PAUD Bone Sindir Istri Wabup

-Daerah-855 views

BONE, BERITA-SULSEL.COM — Terdakwa korupsi dana PAUD, Masdar tertunduk lesu ketika Jaksa Penuntut Umum membacakan tuntutan didepan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar, Rabu, (1/7/20).

Dari dua terdakwa lainnya, Masdar dituntut jauh lebih tinggi yakni 7 tahun penjara dengan denda 400 juta, subsider 4 bulan, sedangkan Iksan dan Sulastri dituntut 3 tahun dan diharuskan membayar uang pengganti atau harta yang dimiliki akan disita oleh pihak Kejaksaan.

Baca Juga : Terdakwa Korupsi Dana PAUD Bone Dituntut 3 Tahun, Harta Terancam Disita

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bone, Andi Kurnia, mengungkapkan bahwa tuntutan yang diberikan berbeda sesuai jumlah uang yang dinikmati masing-masing terdakwa.

“Jumlah uang yang dinikmati Masdar lebih banyak dan uang yang sudah kembali hanya sedikit” ungkap Kurnia.

Baca Juga : Jelang Sidang Tuntutan, Terdakwa Korupsi Dana PAUD Bone “Titip” Uang ke Kejaksaan

Keluar dari ruang sidang, Masdar bersama tim penasehat hukumnya mengungkapkan kekecewaan mereka atas tuntutan Jaksa yang dinilai terlalu tinggi dibanding Iksan dan Sulastri.

“Padahal saya ini hanya orang suruhan, saya hanya lakukan apa yang disuruh Iksan dan Sulastri. Mereka menuntut kwitansi, bagaimana saya mau perlihatkan sedangkan saya hanya suruhan” ujar Masdar berulang.

Didera kecewa, Masdar kembali menyindir istri Wabup Bone, Erniati, yang disebutnya juga ikut menikmati hasil penjualan buku, namun yang berurusan langsung untuk menyerahkan uang kepada Erniati bukan dirinya, melainkan Iksan dan Sulastri.

“Termasuk bu wakil juga dapat, 2017 dapat Rp350 juta, 2018 itu Rp350 juta dan waktu 2016 itu Rp150 juta. Memang tidak diberi langsung tapi kan perintahnya, saya setor saja sama Iksan” bebernya lagi.

Untuk uang pengganti senilai lebih Rp2 milyar yang harus diserahkan, Masdar mengaku pasrah karena saat ini sudah tidak memiliki uang.

“Bagaimana saya mau ganti, sudah tidak ada yang bisa saya berikan, seandainya bisa saya jual diriku, saya jual” pasrahnya.

Masdar belum bisa memastikan apakah nanti akan menyampaikan pembelaan atau tidak, namun tim penasehat hukumnya menyarankan Masdar membuat pembelaan sendiri pada sidang berikutnya. (eka)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed