MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Terpilihnya Taufan Pawe secara musyawarah dan azas mufakat menjadikan Golkar sebagai partai dengan demokratisasi ideal dalam iklim perpolitikan Sulsel.
Untuk itu, konsolidasi partai mesti dimulai dengan memberikan kesempatan kepada nahkoda baru untuk memgelaborasi ide dan gagasannya dalam penguatan partai.
Baca Juga : Fraksi Partai Golkar Sulsel Mendukung Penuh Kebijakan Taufan Pawe
Hal ini disampaikan eks juru bicara DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhammad Natsir, Jumat, 28 Agustus 2020.
Kata dia, berpolemik di masa konsolidasi akan merugikan partai. Beban berat partai terporsi secara tidak ideal, dimana seharusnya saat ini Golkar Sulsel harus bisa take off dengan baik.
Baca Juga : Langgar Keputusan Musda, KMPG Desak DPP Pecat Taufan Pawe
“Sebagai kader Partai Golkar, masing-masing kita menjaga posisinya untuk berperan secara strategis. Jika belum saatnya berada dikepengurusan, berarti partai menuntut peran lain dari kader tersebut,” ujarnya.
“Setiap masa ada orangnya, dan tiap orang ada masanya. Saatnya sadar, pada orang dan masa yang mana,” tambahnya. (*)
Comment