MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama dengan pemerintah provinsi telah menetapkan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) sebesar Rp10,7 triliun.
Namun, dari jumlah tersebut bertolak belakang dengan anggaran belanja yang cukup besar bahkan anggaran belanja daerah provinsi Sulsel mencapai 11, 7 triliun atau mengalami defisit sebesar RP 1 triliun lebih.
Wakil Koordinator Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga menyebutkan, defisitnya anggaran tersebut karena pemerintah provinsi mendorong pembangunan infrastruktur.
“Hal ini disebabkan beberapa proyek strategis yang dilakukan pemerintah provinsi, termasuk spembangunan stadion Mattoangin,” jelasnya, Jumat, 27 November 2020.
Namun, defisit tersebut dapat ditutupi dengan adanya alokasi dana pinjaman yang didapat Pemerintah Provinsi Sulsel melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang untuk tahun 2021, nilainya sekitar Rp1 triliun lebih.
Bahkan, anggaran belanja dan pendapatan daerah zero, apa yang dicanangkan pemerintah provinsi melalui pembangunan infrastruktur menjadi salah satu program strategis.
Badan anggaran juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Sulsel untuk secara detail mengusulkan anggaran pembangunan stadion dengan cermat, sehingga tidak ada lagi revisi anggaran pembangunan stadion yang berubah-ubah.
“Memang tahun 2021 kita alami defisit anggaran, namun dengan adanya dana pinjaman dari PT SMI melalui program PEN, defisit tersebut tertutupi,” ujarnya.
“Kami juga ingin pemerintah mengusulkan anggaran pembangunan stadion mattoangin secara rini, sebab usulan pembangunan stadion terus berubah-ubah,” tambah Politisi Partai Golkar Sulsel.
Banggar juga menyebutkan, tahun 2021, pemerintah Provinsi Sulsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp151 miliar untuk membayar utang yang diperoleh pemerintah provinsi melalui program PEN (*)
Comment