Nyaman Berekspresi dan Aman Berpendapat di Media Sosial

Nyaman Berekspresi dan Aman Berpendapat di Media Sosial

POSO, BERITA-SULSEL.COM – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 22 Juni 2021 di Poso, Sulawesi Tengah.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Mega Afifatulla Lailin selaku pegiat literasi digital milenial, Ryan Darmawan selaku Humas PWI Poso, Syamsuddin selaku Dekan Fakultas Sastra Universitas Al-Khairat Palu sekaligus jurnalis, dan Muhammad Iqbal selaku pelatih Google News Initiative.

Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Muh. Anshari dari MAFINDO. Kegiatan yang dihadiri oleh empat narasumber ini diikuti oleh 457 peserta. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Mega Afifatulla Lailin yang membawakan tema “Positif, Kreatif dan Aman di Internet.” Menurut dia, internet memiliki rekam jejak digital pengguna, sehingga pengguna harus bijak dalam menggunakannya untuk hal-hal positif, aman, dan kreatif. “Pikir ulang sebelum mengirim atau membagikan informasi, lindungi data dan privasi, serta hormati privasi orang lain,” terang Mega.

Berikutnya, Ryan Darmawan menyampaikan materi berjudul “Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial.” Ia memaparkan bahwa pengguna media sosial memang memiliki kebebasan berpendapat, namun hak tersebut dibatasi tanggung jawab terhadap orang lain. “Media sosial pada dasarnya merupakan wadah untuk menyampaikan pendapat dan kebebasan berekspresi, namun penggunanya harus menjunjung tinggi etika yang berlaku,” tegas Ryan.

Sebagai narasumber ketiga, Syamsuddin, membawakan tema tentang “Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar di Dunia Digital.” Ia berpendapat bahwa berbahasa Indonesia yang baik berarti menggunakannya sesuai konteks berbahasa dan selaras dengan nilai sosial masyarakat. “Apakah harus pakai bahasa formal? Tentunya tergantung konteks, situasi, serta dengan siapa dan di mana kita berbicara,” jelas Syamsuddin.

Adapun Muhammad Iqbal, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Rekam Jejak di Dunia Digital.” Ia memberi tips keamanan digital, diantaranya membuat kata sandi kuat, tidak mengklik sembarang tautan dan lampiran, enkripsi semua gawai, otentikasi dua langkah, serta pasang aplikasi hanya dari pengembang terpercaya. “Dunia digital tidak jauh berbeda dari dunia kita sehari-hari. Ada kejahatan yang mengintai jika kita lengah,” imbuh Iqbal.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.


Comment