Humas IDI Makassar Ajak Masyarakat Hindari Hoaks Covid dan Varian Baru

Wahyudi Muchsin

Wahyudi Muchsin

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Informasi hoaks mengenai coronavirus atau Covid-19 harus menjadi perhatian bersama. Pasalnya, informasi hoaks terkait Covid-19 masih terus beredar. Hal ini menuntut kewaspadaan agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang keliru.

Hal ini disampaikan Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar, dr Wahyudi Muchsin kepada berita-sulsel.com, Ahad, 12 Desember 2021.

Kata dia, data dari survei yang dilakukan Katadata Insight dan Kementerian Kominfo menunjukkan setidaknya 30 hingga 60 persen masyarakat di Indonesia terpapar hoaks saat mengakses dan berkomunikasi di dunia maya.

“Yang harus dilakukan adalah jangan percaya hoax dan tetap waspada varian apapun itu. Tetap jaga protokol kesehatan atau Prokes secara ketat dan mendorong vaksinasi,” ujarnya.

“Selain itu, segera mungkin warga negara Indonesia mendapatkan vaksin, baik dosis pertama dan kedua,” tambahnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy Permadi menjelaskan beberapa hasil suvei terkait masih besarnya pengaruh hoaks terhadap masyarakat.

Salah satunya, Riset Center for International Governance Innovation pada tahun 2019 yang dilakukan terhadap 25.000 responden di 25 negara menunjukkan bahwa sebanyak 86 persen warga online percaya mereka telah terpapar berita bohong atau hoaks saat menjelajah di internet.

Kemudian, survei dari Statista yang diadakan di tahun 2020 menunjukkan bahwa 60 persen masyarakat berusia 16 hingga 24 tahun di Inggris menggunakan media sosial untuk mendapatkan informasi tentang COVID-19.

Namun, sebanyak 59 persen dari mereka terpapar informasi tidak benar terkait COVID-19.

Dedy mengimbau untuk menghentikan persebaran hoaks. “Mari semakin cerdas dalam memilah informasi agar angka persebaran COVID-19 terus menurun,menuju aktivitas yang lebih aman dan produktif,” ajaknya.(AMP)


Comment