MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Dr Ilham Z Salle SE MSi Ak menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STIE Indonesia Makassar periode 2022-2026. Dr Ilham dilantik Ketua Yayasan OMPO Makassar Ir Agus Umar Gazali SE MM di Hotel Maxone, Rabu, 23 Maret 2022.
Pelantikan ini juga dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, Drs Andi Lukman MSI dan Dr Ichsan Kasnul Faraby S Sos M Si.
Setelah dilantik, Dr Ilham menyampaikan terima kasih kepada Yayasan OMPO Makassar yang telah mempercayakan dirinya sebagai Ketua STIE Indonesia Makassar.
“Saya menyadari, tugas ini sangat berat dan amanah dari Allah SWT. Insya Allah saya harus melaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab serta dilandasi dengan 3 prinsip pokok yaitu integritas, profesionalisme dan kebersamaan,” ujarnya.
Kata dia, siapa pun yang memikul tanggung jawab ini tentunya tidak mungkin akan berhasil tanpa ada dukungan dari semua pihak.
“Pada kesempatan ini saya mohon dukungan seluruh sivitas akademika STIE Indonesia agar strategi dan langkah kegiatan yang akan dilakukan dapat mengantarkan STIE Indonesia menjadi salah satu, dari sejumlah begawan dalam pendidikan dan penelitan dibidang ekonomi yang mampu menyiapkan SDM yang kompeten dan berkualitas serta mampu berkompetisi baik ditingkat nasional maupun internasional,” terangnya.
Kata Dr Ilham, salah satu masalah utama yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah tingkat pengangguran yang tinggi, sekitar 8 s/d 9 juta orang masih menganggur. Setiap tahun menurut perkiraan jumlah angkatan kerja yang masuk berjumlah sekitar 2 s/d 2,5 juta orang. Sementara setiap 1% pertumbuhan ekonomi hanya akan mampu menciptakan lapangan kerja atau menyerap angkatan kerja sebesar 200- 250 ribu orang.
“Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan sebesar 6,5% berarti jumlah angkatan kerja hanya akan terserap sebanyak 1,3 s/d 1,5 juta orang. Sehingga, akan ada tambahan pengangguran sebesar 1 juta orang pertahun,” ujarnya.
“Kondisi ini diperparah lagi dengan data yang menunjukkan bahwa prosentasi tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi rata-rata jauh lebih tinggi dan cenderung meningkat dibandingkan dengan lulusan SLTA atau SLTP,” paparnya.
“Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa persaingan dipasar kerja terutama lulusan perguruan tinggi akan semakin ketat. Pasar kerja semakin membutukan lulusan yang berkualitas dan memiliki kompentisi yang tinggi dibidangnya,” ujarnya.
Untuk itu, jelas Dr Ilham, STIE Indonesia kedepan harus mampu menyediakan pendidikan tinggi ekonomi khususnya akuntansi dan manajemen yang berkualitas melalui proses belajar mengajar yang menekankan pada “belajar untuk belajar, belajar untuk berkarya dan berpikir kritis serta mampu memecahkan masalah dengan berbagai studi kasus.
Disamping itu, terang Dr Ilham, riset ekonomi terapan yang berkualitas perlu terus ditingkatkan, pembinaan dan pengembangan dosen kejenjang pendikan S-2 dan S-3 perlu dilanjutkan. Demikian pula pembinaan hubungan dosen dan mahasiswa melalui kegitan dan aktivitas kreatif perlu terus digalakkan guna mencapai Academic Exellence.
“Langkah diatas akan dapat diwujutkan dengan mengembangkan dua strategy yaitu external dan internal development,” paparnya.
“External Development yaitu cara bagaimana meningkatkan citra STIE Indonesia diluar dan meningkatkan daya saing STIE Indonesia melalui berbagai kegiatan seperti public seminar, menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan, mengadakan executive forum bagi dosen -dosen dan praktisi di perusahaan,” jelasnya.
Tak hanya itu, tambah Dr Ilham, meningkatkan hubungan baik dengan lembaga pemerintah terkait, meningkatkan kerjasama dan studi banding dengan perguruan tinggi baik didalam negeri maupun luar negeri untuk menyerap bebagai hal yang dapat meningkatkan kinerja STIE Indonesia kedepan.
“Dengan demikian, STIE Indonesia akan semakin dikenal dan dapat meningkatkan daya saingnya. Sehingga, alumni akan lebih mudah memasuki dunia kerja dan pada gilirannya STIE Indonesia dapat meningkatkan kontribusinya terhadap dunia pendidikan secara nasional,” paparnya.
Sementara itu, internal development perlu juga dilakukan dengan beberapa cara seperti meningkatkan citra STIE Indonesia kedalam yaitu meningkatkan ketepatan dan kecepatan pelayanan kepada mahasiswa melalui penggunaan IT serta berusaha meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana kampus. Hal ini untuk mendorong peningkatan kenyamanan dan keamanan kampus yang dapat mendukung proses belajar mengajar yang kondusif bagi mahasiswa.
Selain itu, pengembangan SDM dan karyawan secara konsisten dan kontinue perlu terus dilakukan sejalan dengan perubahan dalam organisasi STIE Indonesia. Pengembangan hendaknya dilakukan mulai dari top level hingga lapisan karyawan terendah menyeluruh disemua bagian dalam organisasi STIE Indoensia. (*)
Comment