GOWA, BERITA-SULSEL.COM — Setelah sekian lama dilakukan pemeriksaan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungguminasa Kabupaten Gowa akhirnya menetapkan Lima orang tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan pengadaan mobil truk sampah di desa seKabupaten Gowa, Jumat (3/6/2022).
Kepala Kejari Gowa, Yeni Andriani mengungkapkan kelimanya ditetapkan tersangka pada kasus dugaan dan penyimpangan pengadaan mobil truk sampah yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2019.
“Kita sudah menetapkan lima tersangka, masing-masing berinisial AM selaku penyedia Kepala atau Direktur PT. Bima Raja Mowelan, MAs mantan Kepala Dinas PMD Kabupaten Gowa, SA Kaur Keuangan sekaligus sebagai Koordinator Bendahara Kecamatan Pallangga, FT Koordinator Bendahara Bontolangkasa Selatan, dan AAS Supervisor Sales ISUZU,” kata Kepala Kejari Gowa Yeni Andriani saat menggelar jumpa pers di kantornya, Jumat pagi tadi.
Yeni menjelaskan, ada dua Jenis kendaraan Dum Truk yang disediakan Yakni Truk Merek ISUZU dan Toyota, sebanyak 121 Desa melakukan pengadaan mobil sampah dan hanya 86 Desa yang bermasalah pada kasus dugaan dan penyimpangan ini.
Indikasi dugaan Korupsi terjadi pada pengadaan Mobil Truk Merek ISUZU yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat. Sehingga kata Kejari Gowa Mobil Dum Truk Merek ISUZU dikatakan Bodong.
“86 Desa ini, mobil telah mereka terima, tetapi pengadaan perjalanan mobil ini yang diindikasi tidak benar dalam pengadaannya. Yakni mobil ini tidak memiliki sama sekali surat-surat sehingga bisa saja diketegorikan mobil Bodong, dan tidak membayar PPN dan PPH,” sebut Kejari.
“Kemudian, yang menjadi patokan adanya Indikasi Korupsi ini, Dana inikan dari Dana Desa yang digunakan, sementara kendaraan ini tidak bisa masuk dalam aset Desa,” tambahnya.
Kejari Gowa melanjutkan, soal Pagu anggaran yang mereka keluarkan tidak sebanding dengan harga pembelian Unit Mobil.
“Jadi mereka mengeluarkan Pagu anggaran yang digunakan sebesar Rp. 439. 500.000, ini Pagunya. Kemudian pembelian mobil itu Rp. 403.800.000. Dan kelebihannya ada SILPAnya dan kita sudah melakukan pengecekan, mereka pergunakan pada kegiatan lain,” sebutnya.(an).
Comment