Apapun Komisinya, Bang Fauzi Komitmen Jalankan Amanah

Muhammad Fauzi

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Tugas utama legislator sebagai wakil rakyat menjalankan amanah rakyat disandingkan dipundaknya oleh rakyat yang memilihnya. Hal itu dijewantahkan dalam menjalankan 3 fungsi utamanya yakni legislasi, anggaran dan pengawasan.

Biasanya partai akan menempatkan legislatornya pada komisi yang sesuai dengan kapasitas dan kepiawaian legislatornya atau latar belakang keahlian dan pendidikan. Atau malah legislator itu yang akan memilih-milih komisi yang akan ditempatinya.

Uniknya, bagi politisi partai Golkar, Muhammad Fauzi yang sudah berada di gedung Senayan DPR – RI sejak 2004-2019 lalu berlanjut lagi 2019-2024 ini, tak menjadi soal di mana komisi ia ditempatkan. Sepertinya, ini sekaitan dengan fungsinya sebagai wakil rakyat dan pekerjaannya yang berkutat sebagai politisi.

Sepanjang 2021 saja, pria kelahiran 6 September 1968 di kawasan Kwitang Jakarta Pusat ini telah berhasil memboyong sedikitnya 32 item program dengan nilai ratusan miliar rupiah banyaknya ke daerah pemilihannya Dapil 3 Sulsel yang meliputi Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Pinrang dan Kabupaten Sidrap.

“Tahun kemarin saya akui juga kalau program itu kebanyakan di Luwu Utara, alasanya karena seperti kita ketahui semua Luwu Utara inikan masih dalam masa pemulihan pasca bencana alam banjir bandang 2020 yang lalu. Tahun 2022 ini Insya Allah semua daerah di dapil saya kita akan sentuh,” beber pria yang akrab disapa Bang Fauzi ini suatu ketika saat dirinya dianggap lebih memfokuskan program ke Luwu Utara.

Selain bahwa ia membangun sinergi dengan bupati Masamba yang tak lain adalah istrinya sendiri, juga bagaimanapun tak bisa dipungkiri bahwa basis pendukung suaranya terbesar dari Luwu Utara yang membuatnya bisa menduduki kursi Senayan dari partai Golkar.

Namun, begitupun Bang Fauzi tetap ingin menjalankan amanah kepada seluruh masyarakat di dapilnya secara khusus dan rakyat Indonesia sendiri, dari mana pun dapilnya.

Uniknya, bahwa Bang Fauzi yang kini berpindah komisi setelah sebelumnya berada di komisi berstatus anggota Komisi VIII yang bermitra dengan Kementerian Sosial, BNPB, Kementerian Agama, Badan Pengelolaan Keuangan Haji, KPAI, BAZNAS dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan anak. Mampu dengan cepat beradaptasi dan tetap bisa memboyong berbagai program untuk kepentingan konstituennya.

“Seperti hunian tetap, operasional pesantren misalnya itu program waktu saya masih di komisi delapan. April 2021 baru saya ditugaskan partai di komisi lima sampai saat ini. Semua program yang terealisasi ini saya perjuangakan mulai tahun 2020 sampai 2021” cerita Bang Fauzi baru-baru ini.

Anak bungsu dari delapan bersaudara dan telah menjadi yatim sejak umur 10 tahun itu benar-benar memainkan peranannya sebagai orang yang diamanahkan pemilihnya sebagai wakil rakyat di tingkat pusat.

Walaupun saat berpindah komisi ke Komisi V DPR- RI dan menjadi orang kelima dari anggota DPR dari Sulsel yang berada di komisi V itu saat tahun anggaran sudah berjalan ia masih bisa memainkan perannya dengan membawa program infrastruktur ke daerah pemilihannya.

Sebut saja di tahun 2021 lalu, program padat karya revitalisasi drainase yang tersebar dibeberapa daerah seperti di Kabupaten Luwu Utara dengan panjang drainase 900Meter yang memakan anggaran Rp 750juta. Sementara itu di titik Rantepao – Palopo, panjang 1.050 meter dengan nggaran Rp1,5 M di Belopa – Palopo ada Rp 340meter anggaran Rp 400juta.

Selain itu program revitalisasi drainase ini juga ada di Kabupaten Enrekang, panjang drainase 1.900 meter anggarannya Rp 2 M. Sementara di Luwu Timur ada dua titik pertama di Tarengge panjang drainase yang di kerjakan adalah 500 meter dengan anggaran Rp 460juta dan titik kedua di Tarengge – Kayulangi, panjang drainase 1.290 meter menggunakan anggaran sebesar Rp1.2 miliar.

Bang Fauzi juga kerap memeriksa sendiri untuk memastikan bahwa program tersebut dilaksanakan secara baik dan tepat waktu sesuai dengan fungsinya sebagai legislator yakni pengawasan dan anggaran.

Tidak hanya itu, politisi yang cukup dikenal dengan aktivitas sosial dan kemanusiaan ini juga memastikan bahwa program-program dari pusat yang dibawanya ke daerah itu berdampak pada kesejahteraan masyarakat dengan pelibatan masyarakat lokal sehingga turut membantu pemerintah dalam bangkit secara ekonomi setelah terpuruk oleh pandemi covid-19.

Namun, politisi santun dan rendah hati ini tak jumawa dengan segala kerja-kerja sebagai legislator sebab, ia tak henti-hentinya meminta dukungan penuh masyarakat di dapilnya untuk memberikan manfaat baik sebagai seorang legislator Senayan maupun sebagai seorang manusia yang di dalam ajaran agama yang dianutnya dituntut menjadi sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi sekitarnya.(#)


Comment