Kawal Visitasi Lapangan Usulan Prodi Kedokteran, Rektor UNM: Urgensi Kebutuhan Dokter Sangat Krusial

Kawal Visitasi Lapangan Usulan Prodi Kedokteran, Rektor UNM: Urgensi Kebutuhan Dokter Sangat Krusial

PAREPARE, BERITA-SULSEL.COM – Komitmen Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk membuka Program Studi Kedokteran, kini terus dilakukan agar kesiapan kampus yang terletak di Kota Parepare terus berjalan.

UNM hari ini menerima kunjungan visitasi dari Tim Evaluasi Lapangan di Kampus UNM Kota Parepare, Selasa (7/11/2023).


Visitasi ini dilakukan selama dua hari dalam rangka kesiapan usulan pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Pendidikan Dokter Program Profesi di UNM.

Tim visitasi ini dipimpin langsung oleh Direktur Kelembagaan Ditjen Diktiristek Dr. Lukman, M.Hum., Direktorat Penyediaan Tenaga Kesehatan Kemenkes Akemat, S. Kp., M.Kes., Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Dr. dr. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.Og (K), MARS., Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr. dr. Amir Syafruddin, M.Med.Ed.,

Kemudian, dari Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI) dr. Andi Wahyuningsih Attas, Sp.An., KIC.,MARS., Universitas Padjajaran Prof. dr. Dany Hilmanto. dr. SpA(K)., Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dr. Liliyana Sugiharto, MS, PA(K)., Koordinator Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi Deny Kurniawan, M.Sc., Ph.D., Direktorat Kelembagaan Sefryan Daru Sasongko, S.Kom serta Abdul Rosid, S.Kom.

Saat menerima tim visitasi, Rektor UNM Prof Husain Syam dalam sambutannya menyampaikan sejak tahun 2021, UNM telah melakukan persiapan pembukaan prodi kedokteran, baik secara infrastruktur, kurikulum, fasilitas, rangkaian benchmarking dan kegiatan teknis lainnya.

Ia memaparkan jumlah kebutuhan tenaga kesehatan terutama dokter dari tahun ke tahun terjadi peningkatan. Urgensi kebutuhan dokter di Sulawesi Selatan sangat krusial, khususnya di kota Parepare.

“Belum adanya Program Studi Kedokteran di Kota Parepare yang merupakan salah satu kota maju dengan posisi strategis membuat UNM berkomitmen penuh dalam pembukaan Prodi Kedokteran di kota Parepare,” ungkap PHS sapaan akrabnya.

Dirinya juga menegaskan Program Studi Kedokteran UNM ini akan menjadi pilihan utama prodi kedokteran di Kota Parepare yang bekerja sama dengan pemerintah dalam peningkatan kulitas dan layanan Kesehatan bagi Masyarakat.

“Kerjasama dengan pemerintah kota Parepare dan Rumah Sakit Regional dr. Hasri Ainun Habibie serta RSUD Andi Makkasau melalui kebijakan dan berbagai program Pemerintah Kota Parepare khususnya di bidang layanan pendidikan dan kesehatan akan memudahkan dan meluaskan akses layanan kepada masyarakat di Parepare,” jelas guru besar di bidang pertanian ini.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Kelembagaan Ditjen Diktiristek, Dr. Lukman menuturkan kondisi kebutuhan dokter di Indonesia terutama di Kota Makassar masih minim.

Sehingga, pihaknya berharap diberikan kelancaran dalam visitasi oleh Tim Evaluasi bisa melakukan kelengkapan sesuai dengan ketentuan sehingga UNM bisa turut serta dalam menciptakan sumber daya, sehat unggul dan berdaya saing.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Walikota Parepare, Akbar Ali yang turut hadir dalam proses visitasi ini juga menyampaikan dukungan atas dibukanya Program Studi Kedokteran di Parepare oleh UNM.

“Pemerintah Kota Parepare menyambut baik langkah UNM ini. Kami bersama perangkat daerah siap mendukung langkah strategis UNM yang bisa menjadikan parepare kota pendidikan di sulawesi selatan,” tuturnya.

“Pembukaan Kedokteran ini dapat meningkatkan sumber daya dan peningkatan perekonomian di Parepare,” sambung Akbar Ali.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala LLDikti Wilayah IX Dr. Andi Lukman, M.Si., Ketua DPRD Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir, M.Si., Pejabat Walikota Parepare Dr. Akbar Ali, A.P., M.Si., Direktur RS Andi Makkasau dr. Reni Anggraeni Sari., M.Kes., Direktur RS Ainun Habibie dr. Mahyuddin., Sp.B., Dekan Fak. Kedokteran UNHAS Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid., M.Kes., Sp.PD-KGH, Para Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan serta pejabat lainnya dalam lingkup UNM.

Humas Institusi UNM Burhanuddin mewartakan.

Comment