LUWU UTARA, BERITA-SULSEL.COM – Mahasiswa KKN Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Palopo Angakatan XLVI Posko 66 berkolaborasi dengan United States Agency International Development (USAID) dalam upaya pengembangan program Landscape Approach to Sustainable and Climate Change Resilient Cocoa and Coffee Agroforestry (Lascarcoco) di Desa Kanandede, Kecamatan Rongkong, Luwu Utara.
Selain berkolaborasi dengan USAID, mahasiswa KKN Posko 66 Desa Kanandede ini juga berkolaborasi dengan Olam Food Ingredients (OFI), HERSHEYS, RIKOLTO, dan BAPPENAS. Program Lascarcoco ini salah satunya fokus pada pengembangan Agroforestri Kakao. Dipilihnya program Lascarcoco sebagai program KKN ini mengingat Desa Kanandede sangat potensial di sektor pertanian, khususnya kakao.
“Program Lascarcoco untuk pengembangan agroforestri kakao ini meliputi praktikum perawatan, penanam, hingga pemetikan buah kakao kepada kelompok tani,“ kata Nurhikmah, mahasiswa KKN IAIN Posko 66 Desa Kanandede di sela-sela kegiatan baru-baru ini. Ia menyebutkan, kegiatan tersebut dibimbing langsung oleh Ahmad Husain sebagai Field Officer serta Irmawati Arifuddin, selaku Koordinator area Program Lascarcoco Luwu Utara.
Sementara Field Officer, Ahmad Husain, mengatakan, salah satu metode yang diterapkan dalam program Lascarcoco adalah fokus pada penerapan metode Slopping Agriculture Land Technology (SALT) atau pola tanam agroforestri di lahan yang miring.
“Program Lascarcoco ini adalah program tiga tahun yang dimulai sejak Maret 2023, dengan tujuan mendorong praktik agroforestri kakao dan kopi berkelanjutan, memitigasi risiko dan adaptasi terhadap perubahan iklim, serta meningkatkan mata pencaharian petani,” jelas Husain.
Pada kesempatan yang sama juga, Koordinator Program Lascarcoco area Luwu Utara, Irmawati Arifuddin, mengatakan, dalam proses implementasi program, salah satu aspek yang diusung pada program Lascarcoco adalah pendekatan secara holistik yang melibatkan berbagai pihak.
“Adapun target dalam rentan waktu tiga tahun (2023-2025) untuk program ini, kita melakukan kegiatan on farm untuk petani kopi dan kakao sebanyak 6.500 petani, dengan rincian 3.000 petani kakao Sumut, 2.500 petani kakao Sulsel, serta 1.000 petani kopi NTT,” ungkap Irmawati.
Irma, begitu perempuan berkacamata ini akrab disapa, menjelaskan bahwa selain kegiatan on farm, pihaknya juga melakukan kegiatan off farm. “Kegiatan off farm yang kita lakukan adalah konservasi wilayah Perhutanan Sosial (PS), dan Hutan Kemasyarakatan (HKm) dengan total target 1.750 petani area PS dan HKm, dengan rincian 700 petani Sumut per 5.000 hektare, 350 petani Sulsel per 4.000 hektare serta 700 petani NTT per 5.000 hektare,” pungkasnya.
Comment