BONE, BERITA-SULSEL.COM — Kecewa dengan perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ratusan honorer lakukan aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bone, Kamis (17/10/24).
Kekecewaan itu disebabkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang hanya membuka dua formasi pengangkatan PPPK yakni Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Kesehatan Bone.
Anggota DPRD Bone dari fraksi Nasdem, Andi Muh Salam atau yang akrab disapa Lilo Ak, turut meluapkan keprihatinannya usai menerima aspirasi ratusan tenaga honorer tersebut. Lilo mengungkap bahwa selama ini pengangkatan PPPK memang tidak proporsional dan sarat kepentingan.
“Selama ini tidak pernah ada tenaga teknis, ada diskriminasi, kasian ada yang sampai 10 tahun lebih belum terangkat tapi ada juga yang baru 2 tahun sudah terangkat. Jangan karena kepentingan tapi harus mempertimbangkan sisi kemanusiaan juga,” bebernya.
Lilo menyayangkan banyaknya tenaga honorer yang tidak diberi kesempatan menjadi PPPK padahal mereka punya keahlian dan sudah lama mengabdi. Solusi yang bisa dilakukan saat ini, kata Lilo, memilih pemimpin baru yang bisa bekerja lebih maksimal dan punya perhatian lebih kepada para tenaga honorer.
“Insya Allah pasangan BerAmal tidak ada kepentingan-kepentingan kelompok kalau terkait porsi formasi dan tentunya saya yakin akan memprioritaskan yang lama.
Saya juga sudah berkoordinasi dengan paslon BerAmal insya Allah akan menjadi atensi,” yakin Lilo.
Sebagai langkah awal, Lilo mengaku akan merapatkan ini bersama pimpinan DPRD. Menurutnya, perekrutan PPPK untuk formasi tertentu murni kebijakan pemerintah daerah. Oleh karena itu, seharusnya ada kesetaraan porsi yang diberikan kepada semua OPD dimana diperkirakan saat ini masih ada ribuan tenaga honorer di Kabupaten Bone.
“Jangan lagi ada luka di Bone dengan janji program yang tidak jelas. Sudah mi semua juga berkuasa, kasi kesempatan puang Asman dan puang Akmal perbaiki Bone,” tutupnya. (eka)
Comment