GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Menyambut hari jadi Kabupaten Gowa yang ke-704, SMA Islam Lasharan Jaya Gowa menggelar berbagai kegiatan, yang dilaksanakan SMA Lasharan Jaya Gowa di Desa Je’netallasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, pada Senin (18/11/24) pagi.
Kegiatan dihadiri Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Yayasan Pendidikan SMA Islam Lasharan Jaya Gowa, Dr. Iwan Perwira, MM, sejumlah guru, tenaga pendidik dan siswa/i mulai kelas X hingga kelas XII. Pada kesempatan itu, Dra. Yayu Wahyuni Yuritman, M.Si, selaku kepala sekolah membuka acara.
“Saya sangat senang karena acara yang ini sangat bermanfaat terselenggara serta diapresiasi dengan baik oleh seluruh siswa/i SMA Islam Lasharan Jaya Gowa, semoga ditahun-tahun mendatang digelar lebih semarak lagi,” ujar Yayu Wahyuni.
Pada tahun ini belum ada Duta Pelajar dari SMA Islam Lasharan Jaya Gowa yang terlibat pada hari Jadi Gowa di tingkat kabupaten. Karena usia sekolah masih empat tahun dan baru mencetak satu angkatan lulusan di tahun 2024.
Diharapkan di tahun-tahun mendatang ada siswa/i ada yang menjadi Duta Pelajar mewakili SMA Islam Lasharan Jaya Gowa di Pentas Kabupaten, kata Dr. Hernita, SE, MM Ketua Yayasan Pendidikan SMA Islam Lasharan Jaya Gowa menyemangati.
Acara itu diawali dengan “Angngaru” tradisi masyarakat bugis makassar yang selalu diadakan pada pembukaan acara-acara resmi di Sulawesi Selatan.
Angngaru berupa ikrar atau sumpah setia yang diucapkan dengan lantang yang memiliki makna mendalam, seperti kesetiaan, keikhlasan, patriotisme, dan pengabdian.
Tradisi ini merupakan ungkapan sastra kebudayaan Bugis Makassar, di mana pesan-pesan yang disampaikan dalam Angngaru sering diungkapkan melalui syair-syair.
Angngaru memiliki fungsi berbeda-beda tergantung pada zamannya. Pada masa kerajaan, Angngaru dipersembahkan kepada raja atau tamu yang datang.
Pada masa perang, Angngaru digunakan untuk mengobarkan semangat para pejuang.
Saat ini, Angngaru sering digunakan dalam berbagai kegiatan seperti upacara adat, perkawinan, pertunjukan seni, maupun penyambutan tamu kehormatan.
Acara kemudian dilanjutkan tari mappadendang, pembacaan puisi, lomba fashion show dari masing-masing kelas, menyanyi dan berdoa. Hari Jadi Gowa diakhiri dengan Foto Bersama. (*)
Comment