Pasangan Usia Subur Garda Terdepan Cegah Stunting

KESEHATAN REPRODUKSI - Kepala DPPKB Makassar Andi Irwan Bangsawan saat menjadi narasumber dalam kegiatan 'Peningkatan Kesehatan Pasangan Usia Subur' di Gedung PKK Makassar, Rabu (30/7/2025) lalu. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan reproduksi.

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Kepala DPPKB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, menyatakan pasangan usia subur (PUS) garda terdepan mencegah stunting dan pembangunan keluarga sehat.

Disampaikan saat menjadi narasumber kegiatan ‘Peningkatan Kesehatan PUS’ oleh Tim Penggerak PKK Makassar, di Gedung PKK, Rabu (30/9/2025) lalu.

Irwan Bangsawan menambahkan, kesehatan reproduksi fondasi utama dalam membentuk keluarga unggul dan berkualitas.

Melalui edukasi dan layanan tepat kepada PUS, diharapkan resiko stunting dapat dicegah sejak dini.

“PUS kunci mewujudkan generasi sehat dan tangguh. Mereka berperan memastikan anak-anak lahir dalam kondisi optimal,” kata Irwan di hadapan kader PKK dan KB dari 15 kecamatan di Makassar.

PUS merujuk pada pasangan suami istri dalam ikatan pernikahan sah, dengan usia istri antara 15 hingga 49 tahun.

Kelompok ini menjadi sasaran utama dalam program Keluarga Berencana (KB) dan berbagai intervensi kesehatan keluarga, termasuk pencegahan stunting.

Kegiatan ini bagian dari komitmen Pemkot melalui PKK dan DPPKB dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kapasitas PUS, sebagai langkah awal membangun keluarga tangguh dan sejahtera.

Penguatan keluarga melalui program kependudukan dan kesehatan reproduksi sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Makassar.

Penguatan ketahanan keluarga fondasi penting dalam mencapai kesejahteraan masyarakat.

Edukasi kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga bagi PUS sangat relevan upaya peningkatan kualitas layanan dasar, khususnya di bidang kesehatan.

“Ini juga membuka ruang bagi perempuan dan anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terlindungi,” ujarnya.

Irwan Bangsawan menjelaskan, program DPPKB turut mendukung peningkatan daya saing ekonomi daerah, di antaranya melalui pemberdayaan keluarga pesisir dan kepulauan dalam program Kampung KB.

Ia menekankan pentingnya edukasi kependudukan bagi remaja sebagai bagian dari strategi membangun generasi muda yang sadar akan perencanaan masa depan.

Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan pengembangan pusat inovasi dan kepemudaan yang menjadi salah satu dari tujuh fokus pembangunan Makassar.

Irwan Bangsawan juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, terutama dalam aspek tata kelola pemerintahan, perlindungan kelompok rentan, dan kesiapsiagaan terhadap bencana.

“Semua pilar pembangunan itu berpijak pada satu hal mendasar: keluarga. Ketika keluarga kuat dan sehat, maka masyarakat juga akan tangguh dan berkualitas,” katanya.(*)


Comment