MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Program seragam sekolah gratis Pemerintah Kota Makassar menuai keluhan dari orang tua dan pihak sekolah karena masalah keterlambatan distribusi dan teknis yang membingungkan.
Menanggapi hal ini, Komisi D DPRD Kota Makassar mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) untuk segera bertindak. Anggota Komisi D, A. Odhika Cakra, mengungkapkan bahwa di wilayah pemilihannya, Biringkanaya dan Tamalanrea, banyak sekolah yang masih menunggu arahan tertulis dari Disdik terkait prosedur pembagian seragam.
“Kalau dari awal ada regulasi yang jelas dan arahan yang tegas, masalah seperti ini bisa dihindari. Program yang seharusnya membantu malah menimbulkan ketidakpastian,” ujar Odhika, Sabtu (09/08).
Sekolah Masih Jual Seragam dan Minim Koordinasi
Selain masalah teknis, Odhika juga menyoroti temuan di lapangan bahwa beberapa sekolah masih menjual seragam kepada siswa, hal yang bertentangan dengan tujuan program. Menurutnya, Disdik harus segera menertibkan praktik ini dan memperkuat koordinasi antar sekolah.
“Jangan sampai kepala sekolah kebingungan karena tidak ada arahan yang jelas. Saya lihat di beberapa sekolah masih ada ‘gerakan tambahan’ dari kepala sekolah yang seharusnya diatur secara resmi,” tegasnya.
DPRD Makassar juga meminta Disdik menetapkan batas waktu distribusi yang jelas, agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat. Odhika berharap pembagian seragam gratis bisa selesai paling lambat akhir September.
Ia juga mempertanyakan komitmen pemerintah yang berjanji melibatkan UMKM lokal dalam pengadaan seragam, karena kenyataannya keterlibatan mereka masih minim.
Dengan berbagai persoalan tersebut, Odhika menekankan bahwa Disdik tidak hanya harus mempercepat distribusi, tetapi juga memperkuat regulasi, transparansi, dan pengawasan.
“Jangan sampai masyarakat yang seharusnya terbantu malah merasa bingung dan kecewa. Pemerintah harus pastikan program ini berjalan sesuai tujuan awalnya,” pungkasnya.
Comment