MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Anggota Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, Yeni Rahman, menilai wacana pemilihan ketua OSIS secara serentak di sekolah memang menarik, namun bukan hal yang mendesak.
Menurutnya, yang lebih penting adalah pendampingan siswa dalam berorganisasi serta memastikan seluruh siswa memiliki ruang untuk berkembang.
“Kalau mau serentak, silakan saja. Tapi kita juga harus melihat sisi penganggarannya. Jangan sampai jadi beban bagi siswa,” ujar Yeni, Jumat (15/8/2025).
Ia menegaskan, substansi utama dalam pembinaan kepemimpinan siswa bukan pada teknis pemilihan OSIS, melainkan pendampingan dan pembimbingan dalam berbagai organisasi seperti OSIS, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), maupun Paskibraka.
“Semua siswa harus diberi kesempatan berorganisasi. Itu jauh lebih penting. Pendampingan itu yang harus diperkuat,” tegasnya.
Yeni juga mengingatkan agar pemilihan ketua OSIS tidak dibuat terlalu rumit seperti pemilu legislatif atau pilkada. “Kalau mau mengajarkan demokrasi, ajarkan saja prinsip-prinsipnya. Tidak harus dibuat sekompleks pemilu. Sederhana saja, anak-anak tetap akan paham,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah pengurus OSIS mengaku kesulitan menjalankan program kerja karena terbatasnya anggaran dari sekolah. Bahkan, proses administrasi dinilai terlalu ribet, termasuk kewajiban membuat laporan pertanggungjawaban lengkap untuk pengeluaran kecil.
“Hal-hal seperti ini yang perlu disederhanakan. Jangan sampai administrasi berlebihan justru menghambat kreativitas siswa,” ujarnya.
Yeni mengaku belum menerima penjelasan resmi dari pemerintah provinsi atau dinas terkait mengenai rencana pemilihan OSIS serentak ini. Informasi yang ia peroleh sejauh ini hanya dari pemberitaan media.
“Kalau ada kebijakan baru, seharusnya disampaikan kepada DPRD. Supaya kami bisa memberi pemahaman utuh kepada publik dan bersinergi dengan baik,” pungkasnya.
Comment