Inovasi Hilirisasi Ikan Nila, Penggerak Ekonomi Lokal Desa Kanjilo Gowa

Inovasi Hilirisasi Ikan Nila, Penggerak Ekonomi Lokal Desa Kanjilo Gowa

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) lasharan Jaya Makassar mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) dengan nama Program “Inovasi Hilirisasi Produksi Ikan Nila Di Desa Kanjilo Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal di Kabupaten Gowa”. Program PMP ini dilaksanakan selama enam bulan, dari Juni hingga Desember 2025.

“Saya senang bisa mengajak masyarakat khususnya ibu-ibu PKK di daerah ini untuk beternak ikan nila guna mendukung program PMP”, ujar Achmad Anzhari, SPd, M.Si, Dosen STIM Lasharan Jaya Makassar yang juga selaku Ketua TIM Pengabdi Program PMP, saat menjalankan Program PMP tersebut, Senin (28/7/25) lalu.

Dengan metode yang lebih modern, diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan dan keterampilan tapi juga bisa menambah income sehingga perekonomian para peternak nila jadi lebih baik dan makmur, tambah Iwan.

Program PMP yang sedang berlangsung ini tetap dalam pantauan dan monitoring TIM Pengabdi dan akan dibekali pengenalan sekelumit hal tentang produksi pasca panen yaitu membuat frozen.

Hal ini dimaksudkan agar dapat memperluas jangkauan pasar penjualan ikan nila yang tidak hanya dalam bentuk mentah tapi juga setengah matang maupun yang matang sehingga pasar ikan nila mampu menjangkau hingga ke daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan.

Program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek), ini dilaksanakan kolaborasi dua perguruan tinggi di Sulawesi Selatan, STIM Lasharan Jaya Makassar dengan Universitas Bosowa Makassar.

Dalam melaksanakan program ini, Achmad Anzhari Hasanuddin, S.Pd, M.Si dibantu dua dosen yakni Yohanis, SE, MM dan Dr. Faridah Azus dari serta mahasiswa STIM Lasharan Jaya Makassar yaitu Lukman, Aldio Mukhlas Rizky dan Wirjon.


Comment