Kemenag Diduga Lakukan Jual Beli Jabatan, Badko HMI Sulsel Protes

Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulawesi Selatan melayangkan protes keras terhadap dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulawesi Selatan melayangkan protes keras terhadap dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam restrukturisasi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Menurut HMI, praktik ini tidak hanya merugikan negara tetapi juga merusak kepercayaan publik, terutama terkait pengelolaan dana haji.

Ketua Bidang Perlindungan HAM Badko HMI Sulsel, Iwan Mazkrib, meminta Kemenag segera berbenah dan membersihkan diri dari oknum korup.

“Masyarakat, terutama calon jemaah haji, trauma dengan isu korupsi dana haji. Kerugian keuangan negara adalah extraordinary crime, bahkan masuk kategori kejahatan HAM,” ujar Iwan.

Badko HMI Sulsel menyebutkan bahwa seluruh pejabat eselon II yang baru dilantik Menteri Agama berasal dari Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU). Mereka menduga penunjukan ini diatur langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemenag yang juga Ketua Umum ISNU.

Lebih lanjut, Badko HMI Sulsel menyoroti rencana pengisian jabatan Kepala Biro SDM Kemenag yang kabarnya juga akan diisi oleh pengurus ISNU. Muncul dugaan bahwa pengisian jabatan ini disertai “setoran” sebesar Rp2,5 miliar kepada oknum pejabat Kemenag.

“Kami mendesak Menteri Agama untuk menghentikan praktik jual beli jabatan ini. Jangan biarkan kementerian yang seharusnya menjadi pengayom umat justru dijadikan alat kepentingan kelompok tertentu,” tegas Iwan.

Sebagai penutup, Badko HMI Sulsel berkomitmen akan terus mengawal kasus ini dan mendesak aparat penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan, dan KPK untuk memeriksa dugaan praktik KKN di Kemenag. Mereka juga menuntut agar semua dalang korupsi dana haji diusut tuntas.

“Kemenag adalah institusi strategis yang mengelola kepentingan umat, termasuk dana haji. Integritas strukturalnya mutlak dijaga. Badko HMI Sulsel tidak akan tinggal diam,” tutup Iwan.


Comment