Yayasan Lamacca Cacabala Gelar Lomba Baca Lontara Tingkat SD

Yayasan Lamacca Cacabala Gelar Lomba Baca Lontara Tingkat SD

PINRANG,BERITA-SULSEL.COM – Sekolah Dasar (SD) Se-Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang memeriahkan Jambore Ranting tahun 2025 yang digelar di Lapangan Cacabala Kelurahan Pekkabata Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan. Kegiatan yang mulai dilaksanakan pada Jumat-Ahad tanggal 12 – 14 September 2025.

Pada jambore ranting ini diharapkan menjadi langkah penting untuk membentuk keterampilan, pengetahuan serta karakter dan kepribadian peserta didik sehingga tumbuh rasa kebersamaan sebagaimana pesan leluhur Bugis “Sipakatau”.

Dan yang menjadi pembeda pada Jambore kali ini adalah adanya kegiatan Lomba Baca Lontara Bugis yang diinisiasi oleh Yayasan Lamacca Cacabala yang focus pada pelestarian Literasi Baca Lontara Bugis.

Pada Lomba tersebut sebanyak 20 Sekolah Dasar ikut bagian yang diwakili oleh satu peserta didik. Turut hadir pada kegiatan tersebut Anggota KPU Kabupaten Pinrang Mahmud Nurdin yang juga bertindak sebagai Dewa Juri serta ditemani oleh Irwansyah, Reza Jaelani dan Herni. (Sabtu, 13 September 2025)

Yayasan Lamacca Cacabala telah mempersiapkan hadiah bagi yang keluar sebagai juara pada lomba itu berupa trophy, sertifikat dan Buku Cara Cepat Berbahasa Bugis yang dibuat oleh Yayasan Lamacca Cacabala.

Menurut Rahmat Nurdin sebagai Ketua Yayasan Lamacca Cacabala agenda ini telah kita komunikasikan dengan Panitia Jambore serta Ketua Pramuka Kecamatan Duampanua.

“Menjaga Literasi budaya baca Lontara Bugis merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat, termasuk para pemuda yang merupakan generasi pelanjut. Ini adalah rancangan beberapa bulan lalu yang kita diskusikan setelah belajar membaca lontara sebagai sebagai kontribusi nyata terhadap pelestarian akrasa Bugis,” ujar Rahmat Nurdin.

Aksara Lontara dikenal sebagai aksara Bugis, yang digunakan oleh dua etnis besar di Sulawesi Selatan, yaitu Suku Bugis dan Suku Makassar. Sebagai upaya dalam melestarikan Aksara Lontara Pemerintah telah melakukan secara sistematis, termasuk menjadikannya sebagai muatan lokal dalam kurikulum pendidikan di sekolah dasar. Namun, masih sangat perlu untuk diberikan porsi perhatian yang tinggi dimana arus globalisasi dan teknologi yang juga semakin pesat.

Menurut Reza Jaelani bahwa setelah kegiatan ini kami rencanakan audience dengan Dinas Pendidikan untuk memberikan masukan dan rekomendasi tentang bagaimana pelestarian Literasi Aksara Bugis ini kedepan terkhusus kepada para peserta didik yang ada di Kabupaten Pinrang.


Comment