Dewan Dorong Pemkot Tambah Truk Kebersihan dan Perluas TPS

Dewan Dorong Pemkot Tambah Truk Kebersihan dan Perluas TPS

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM  — Persoalan sampah yang menumpuk di sejumlah wilayah di Kota Makassar, khususnya di Kecamatan Makassar, disoroti tajam oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Keterbatasan armada kebersihan dan minimnya fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) dinilai menjadi akar masalah yang tak kunjung teratasi.

Anggota DPRD Makassar dari Fraksi Mulia Partai Hanura, H Muchlis Misbah, menegaskan bahwa penanganan sampah di kota ini belum dilakukan secara sistematis. Menurutnya, volume sampah harian yang dihasilkan warga tidak sebanding dengan jumlah armada pengangkut dan kontainer yang tersedia saat ini.

“Armada kebersihan dan kontainer sampah perlu ditambah. Jangan sampai sampah bertumpuk karena keterbatasan fasilitas. Pemerintah kota harus lebih serius dalam hal ini,” tegas Muchlis pada Minggu (19/10).

TPS Tidak Merata Picu Tumpukan Sampah di Jalan

Selain kekurangan armada, Muchlis juga menyoroti ketersediaan TPS yang dianggap belum memadai dan tidak merata di setiap kelurahan. Ia menyebut, banyak titik permukiman padat yang tidak memiliki fasilitas pembuangan sementara.

Kondisi ini memaksa warga menumpuk sampah di pinggir jalan, yang tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

“Kalau TPS terbatas, maka pengangkutan juga tidak maksimal. Akibatnya, tumpukan sampah bisa berhari-hari tidak diangkut. Ini harus jadi perhatian utama Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Muchlis mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional kebersihan. Ia meminta agar Pemkot melakukan pemetaan wilayah dan menghitung ulang kebutuhan armada di tiap kecamatan untuk memastikan efektivitas pengangkutan.

Drainase Mampet dan Sampah Jadi Masalah Berantai

Dalam kesempatan yang sama, Muchlis juga menyinggung masalah infrastruktur drainase, khususnya di wilayah Maccini. Ia menilai, kondisi drainase di sana tidak lagi mampu menampung debit air.

Menurutnya, penanganan masalah kebersihan dan drainase harus dilakukan secara terintegrasi. “Drainase yang mampet dan sampah yang tidak terangkut itu dua masalah yang saling berkaitan. Kalau tidak ditangani bersama, genangan dan bau busuk akan terus jadi langganan warga,” katanya.

Muchlis berharap Pemkot Makassar menindaklanjuti aspirasi ini secara konkret melalui penambahan unit armada, perbaikan jaringan drainase, dan perluasan titik TPS. Ia menekankan, langkah ini sangat mendesak demi menjaga kebersihan, kesehatan, dan kualitas hidup warga Makassar.


Comment