Mahasiswa dan Dosen UIT Protes Pemilihan Rektor Ditunda, Desak Yayasan Transparan

Jelang Pilrek UIT, Lima Nama Menguat Gantikan Abdul Rahman Sebagai Rektor

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Keputusan Yayasan Indonesia Timur (YIT) untuk menunda sementara waktu tahapan proses pemilihan Rektor Universitas Indonesia Timur (UIT) periode 2025-2029 memicu protes keras dari kalangan dosen, mahasiswa, hingga sejumlah bakal calon rektor.

Penundaan ini berdasarkan Surat Ketua Badan Pengurus YIT Nomor 43/YIT/X/2025. Surat tersebut meminta Panitia Pelaksana dan Ketua Senat UIT untuk menghentikan sementara agenda verifikasi berkas dan pemilihan calon rektor hingga ada instruksi lebih lanjut dari yayasan.

Penundaan ini disayangkan mengingat masa jabatan Rektor UIT saat ini akan berakhir pada 19 November 2025. Sebanyak 10 nama telah mengembalikan formulir pendaftaran dan siap untuk mengikuti tahap seleksi selanjutnya, termasuk Prof. Dr. Rusdin Nawi, Dr. Resdianto Willem, dan Rektor petahana, Dr. Abdul Rahman.

Tuntutan Transparansi dan Ancaman Demo

Aan, salah satu mahasiswa UIT, menyatakan kekecewaannya dan menilai sikap yayasan tidak transparan. Ia khawatir penundaan ini akan menghambat regenerasi kepemimpinan kampus.

“Kami menilai penundaan ini sebagai langkah yang tidak transparan,” ujar Aan. Ia mendesak yayasan dan panitia untuk segera melanjutkan pemilihan. “Jika pemilihan tak dilanjutkan. Kami akan melakukan aksi demo,” tegasnya.

Calon Rektor Soroti Statuta

Prof. Dr. Rusdin Nawi, salah satu bakal calon rektor, mempertanyakan keputusan yayasan karena dianggap tidak sejalan dengan statuta universitas. “Ini yang tidak sejalan dengan statuta. Sebaiknya jalan terus, sebab penjaringan pendaftaran sudah dibuka,” katanya.

Senada, Dr. Resdianto Willem juga mengaku kurang memahami kebijakan tersebut. Ia menambahkan, sesuai Statuta, dengan akan berakhirnya masa jabatan rektor, yayasan seyogyanya mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) atau SK perpanjangan yang jelas masa waktunya.

Respons Yayasan dan Rektor Petahana

Rektor UIT petahana, Dr. Abdul Rahman, membenarkan bahwa penundaan dilakukan atas permintaan yayasan. Ia mengindikasikan bahwa masa jabatannya kemungkinan akan diperpanjang. “Perpanjangan kanya de,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Ketua Penjaringan Rektor UIT, Dr. Asbah Hamid, mengaku belum dapat memberikan penjelasan detail terkait penundaan tersebut. “Tabe besok saya jawab setelah rapat senat jam 10.00,” katanya saat dikonfirmasi.

Masyarakat kampus kini menantikan kejelasan dari Yayasan Indonesia Timur untuk memastikan kelanjutan proses suksesi kepemimpinan di UIT.


Comment