MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyalurkan bantuan santunan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga almarhum Farhan, copilot pesawat nahas tersebut yang diketahui berasal dari Malili, Kabupaten Luwu Timur. Penyerahan santunan dilakukan secara langsung oleh Kepala Biro Umum Setda Pemprov Sulsel, Suhartono Nurdin, didampingi tim Dinas Sosial yang mewakili Gubernur di kediaman duka, Selasa (27/1/2026).
Rumah duka yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Perumahan Graha Kencana, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, tampak diselimuti suasana khidmat saat rombongan Pemprov tiba untuk menyampaikan belasungkawa.
Wujud Empati Pemerintah Provinsi
Dalam keterangannya, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban. Ia menegaskan bahwa santunan ini merupakan wujud empati dan kehadiran pemerintah di tengah musibah yang menimpa warganya.
“Ini adalah santunan bagi keluarga korban, semoga dapat bermanfaat dan menjadi wujud empati kami atas musibah ini. Semoga Allah SWT memberikan tempat yang layak kepada korban di sisi-Nya, Aamiin,” ujar Andi Sudirman.
Gubernur juga menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus memberikan perhatian, baik berupa bantuan moril maupun dukungan lainnya, guna meringankan beban psikologis keluarga yang ditinggalkan.
Apresiasi dari Keluarga Korban
Ibunda almarhum Farhan, Indrawati, yang menerima langsung bantuan tersebut, tampak terharu atas perhatian yang diberikan oleh orang nomor satu di Sulawesi Selatan itu. Meski masih dalam suasana duka yang mendalam, ia mengapresiasi langkah cepat pemerintah provinsi.
“Terima kasih banyak atas perhatian Bapak Gubernur. Semoga ini menjadi berkah bagi kita semua. Sekali lagi, terima kasih banyak atas kepeduliannya di waktu sulit kami,” ucap Indrawati dengan nada getir.
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan pegunungan Pangkep ini telah menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Evakuasi dan pendataan korban terus dipantau secara ketat oleh otoritas terkait, sementara bantuan bagi para korban lainnya diharapkan dapat segera tersalurkan secara merata. (*)
Comment