MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Makassar, Rabu (18/2/2026). Sebanyak 22 organisasi warga Tionghoa menginisiasi kegiatan tersebut sebagai wujud kebersamaan lintas komunitas.
Panitia memusatkan perayaan Bai Nian di Balai Prajurit Jenderal M. Jusuf, Jalan Jenderal Soedirman. Ribuan warga dari berbagai latar belakang memenuhi lokasi acara. Selain itu, Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, turut menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Fatmawati menyampaikan ucapan selamat Imlek kepada masyarakat yang merayakan. Ia kemudian mengajak seluruh warga memperkuat persaudaraan dan menjaga harmoni sosial.
“Momen Imlek ini harus kita jadikan titik awal untuk menatap masa depan yang lebih baik. Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, saya mengucapkan selamat Imlek. Semoga kebahagiaan dan kesejahteraan menyertai kita semua,” ujarnya.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa keberagaman menjadi kekuatan utama Sulawesi Selatan. Karena itu, pemerintah terus mendorong solidaritas antarwarga tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun budaya.
Di sisi lain, Fatmawati mengapresiasi kontribusi masyarakat keturunan Tionghoa dalam pembangunan daerah. Menurutnya, warga Tionghoa aktif menggerakkan sektor perdagangan dan UMKM sehingga ikut memperkuat ekonomi lokal.
Sementara itu, panitia menghadirkan atraksi barongsai, pertunjukan musik, doa bersama, serta stan kuliner UMKM. Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya meriahkan perayaan, tetapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Lebih lanjut, Fatmawati menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Ia meyakini partisipasi aktif warga akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus membuka ruang dialog dan kerja sama lintas komunitas. Melalui momentum Imlek 2026, pemerintah berharap masyarakat semakin solid dan optimistis membangun daerah.
Dengan demikian, perayaan Imlek tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan. Namun, kegiatan ini juga memperkuat fondasi harmoni sosial menuju Sulawesi Selatan yang maju dan berdaya saing. (*)
Comment