GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Gowa terus memperkuat komitmennya dalam memberantas buta huruf Al-Qur’an melalui program unggulan “Ayo Mengaji”. Kali ini, Pemkab Gowa menggandeng Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) Indonesia sebagai mitra strategis untuk memperkuat karakter generasi muda.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyampaikan ajakan kolaborasi tersebut saat menghadiri Musyawarah Besar dan Halal bi Halal ICATT di Hotel UIN Makassar, Sabtu (28/3/2026). Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul harus berlandaskan nilai spiritual yang kuat.
“Kami berkomitmen menghasilkan SDM berkualitas. Oleh karena itu, kami memulai pembiasaan mengaji bagi anak-anak sekolah sebelum proses belajar mengajar berlangsung,” ujar Husniah.
Kolaborasi Strategis untuk Generasi Religius
Selain fokus pada literasi Al-Qur’an, Husniah berharap para cendekiawan lulusan Timur Tengah dapat berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah. Ia mengajak ICATT terlibat aktif dalam berbagai program pendidikan, seperti pelatihan, seminar, hingga pembinaan akhlak bagi remaja di Gowa.
“Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah dan cendekiawan akan menjadi kekuatan besar. Sinergi ini akan membangun daerah yang maju, religius, dan berdaya saing,” tambahnya.
Selanjutnya, Husniah menjelaskan bahwa program “Ayo Mengaji” bukan sekadar rutinitas. Program ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki integritas moral yang tinggi.
ICATT Siap Kirim Tenaga Ahli
Merespons ajakan tersebut, Ketua Umum ICATT, Prof. Dr. Andi Aderus, menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung penuh kebijakan Pemkab Gowa. Bahkan, ia menawarkan bantuan tenaga pengajar ahli jika Pemerintah Kabupaten Gowa berencana mengembangkan sektor pesantren.
“Kami siap bersinergi, terutama di bidang pendidikan dan pembinaan keagamaan. Jika ada rencana pengembangan pesantren, ICATT dapat menyiapkan tenaga pengajar yang kompeten,” tegas Prof. Andi Aderus.
Dengan adanya dukungan dari para pakar lintas negara ini, Pemkab Gowa optimis angka buta huruf Al-Qur’an akan menurun drastis. Selain itu, kerja sama ini diharapkan mampu membenteng generasi muda Gowa dari pengaruh negatif di era digital.
Comment