Tak Kenal Libur, Wali Kota Munafri Percepat Transformasi Sampah Makassar

Tak Kenal Libur, Wali Kota Munafri Percepat Transformasi Sampah Makassar

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menunjukkan komitmen tinggi dalam membenahi persoalan kota meski di hari libur. Sosok yang akrab disapa Appi ini memimpin rapat strategis bersama jajaran kepala SKPD di Rumah Jabatan Wali Kota (Anging Mamiri) untuk mematangkan solusi persampahan berkelanjutan, Jumat (3/4/2026).

Fokus utama pertemuan tersebut adalah percepatan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dan transformasi teknis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang. Munafri menegaskan bahwa urusan pelayanan publik, terutama masalah kebersihan, tidak boleh terhenti hanya karena tanggal merah.

“Hari libur pun kami tetap bekerja membahas hal yang sangat penting. Pertemuan koordinasi PSEL harus terus berjalan agar Makassar memiliki solusi jangka panjang dalam mengatasi sampah yang kian kompleks,” tegas Munafri usai memimpin rapat.

Peralihan ke Sistem Sanitary Landfill

Salah satu langkah krusial yang kini tengah Pemerintah Kota Makassar jalankan adalah peralihan metode pengelolaan sampah. Munafri menginstruksikan transisi cepat dari sistem open dumping (pembuangan terbuka) menuju sanitary landfill (penimbunan terkendali) yang lebih ramah lingkungan.

Sistem sanitary landfill ini menggunakan lapisan pelindung dan pengelolaan air lindi untuk mencegah pencemaran tanah serta air. Menurut Munafri, transformasi ini menjadi prioritas utama bagi seluruh jajaran SKPD, camat, hingga lurah agar dampak lingkungan dapat terminimalisir secara efektif.

“Kami menargetkan dalam beberapa bulan ke depan, TPA Antang sudah beralih sepenuhnya ke sanitary landfill. Ini adalah kerja bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat,” jelas Appi.

Strategi Hulu ke Hilir

Selain membenahi TPA, Pemkot Makassar juga telah menyusun peta jalan (road map) pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Strategi ini menitikberatkan pada pengurangan sampah sejak dari sumber rumah tangga melalui konsep reduce, reuse, dan recycle.

Implementasi di lapangan akan melibatkan pemilahan sampah berbasis RT/RW, penguatan bank sampah, hingga optimalisasi TPS3R. Selain itu, pemerintah mendorong pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot dan kompos, serta pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

“Fokus utama kami adalah meminimalisir sampah sejak dari sumbernya. Kami ingin Makassar menjadi contoh kota dengan pengelolaan sampah modern yang mampu menciptakan ekonomi sirkular bagi warga,” tambahnya.

Sebagai penutup, Munafri memastikan bahwa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) akan menjadi solusi pamungkas. Proyek ini tidak hanya mengurangi tumpukan sampah secara menyeluruh, tetapi juga menghasilkan energi alternatif yang bermanfaat bagi kemandirian energi Kota Makassar di masa depan.


Comment