MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Majelis Kajian Pembangunan Daerah (MKPD) Center for Information and Development Studies (CIDES) ICMI Sulawesi Selatan kini resmi terbentuk. Wakil Ketua Umum ICMI, Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Jafar Hafsah, melantik Dr. H. Adi Suryadi Culla, M.A. sebagai Ketua CIDES ICMI Sulsel periode 2026–2031. Prosesi pengukuhan ini berlangsung khidmat di Rumah Jabatan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan Andi Jemma, Minggu (7/6/2026).
Struktur kepengurusan baru ini menggalang kekuatan besar dari sektor akademis dan profesional. Pasalnya, puluhan profesor, doktor, birokrat, serta tokoh masyarakat lintas disiplin ilmu resmi bergabung untuk memperkuat roda organisasi.
Pendorong Inovasi dan Penggerak Ekonomi Daerah
Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat (MPP) ICMI yang juga menjabat Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arief Satria, turut menghadiri acara tersebut. Selain pelantikan, momentum ini juga memuat agenda silaturahmi dan diskusi kebangsaan.
Dalam arahannya, Arief Satria menekankan bahwa ICMI harus melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, organisasi ini memikul tanggung jawab besar dalam mengawal arah pembangunan di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
“Bagaimana kita ini lebih bermanfaat. Harus banyak memberikan sumbangsih pemikiran melalui kajian dan inovasi untuk daerah, baik di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan maupun kabupaten/kota,” ujar Arief.
Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pengurus CIDES ICMI Sulsel agar bergerak aktif melahirkan gagasan strategis. Langkah ini krusial untuk menjawab berbagai tantangan masa depan yang kian kompleks.
“Dengan kemajuan teknologi saat ini, kita tidak boleh diam, tetapi harus mengambil peran dan menjadi bagian dari kemajuan teknologi tersebut,” tegasnya.
Wadah Pemikiran Berbasis Riset
Sebagai badan otonom di bawah naungan ICMI, MKPD CIDES mengemban misi sebagai wadah pemikiran berbasis riset dan keilmuan. Kehadiran para pakar terkemuka menjadi modal utama bagi lembaga ini guna menghasilkan rekomendasi kebijakan publik yang kuat, valid, dan berbasis data.
Sederet tokoh akademik papan atas memperkuat jajaran dewan pembina dan dewan pakar. Pada posisi Dewan Pembina, terdapat nama-nama besar seperti Prof. Dr. Ir. H. Andi Tamsil, Prof. Dr. H. Nurdin Noni, hingga Dr. Ir. H. A.M. Yusran Paris.
Sementara itu, Dewan Pakar yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Abd. Hamid Paddu, M.A. diisi oleh puluhan cendekiawan senior. Beberapa di antaranya adalah Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, Prof. Dr. H. A. Muin Fahmal, dan Prof. Dr. H. M. Tahir Kasnawi.
Sinergi Pengurus Harian dan Divisi Strategis
Guna menjalankan program kerja secara taktis, Adi Suryadi Culla mendapat pendampingan dari delapan wakil ketua dengan latar belakang yang mumpuni. Posisi Sekretaris diamanahkan kepada Dr. Andi Luhur Prianto, S.IP., M.Si., sedangkan Dr. Rosnaeni Daga, S.E., M.M. memegang kendali sebagai Bendahara.
Selain itu, kepengurusan ini mengaktifkan sejumlah divisi strategis untuk menopang kinerja organisasi:
-
Divisi Riset dan Pengembangan: Menjadi dapur produksi gagasan dan penelitian ilmiah (diperkuat oleh Yuhardin, Siswan Tiro, dkk).
-
Divisi Media dan Publikasi: Mengoptimalkan komunikasi publik lewat figur komunikasi dan media seperti Dr. Muhammad Yahya, Rusdin Tompo, hingga Ahmad Sudirman Kambie.
-
Divisi Penguatan Jejaring dan Kemitraan: Membangun kolaborasi eksternal yang dipimpin oleh Dr. Muhammad Natsir Mallawi dkk.
-
Divisi Pendidikan dan Pelatihan: Berfokus pada peningkatan kapasitas SDM di bawah kendali Dr. Azwar Anwar dkk.
-
Divisi Pengembangan Wilayah: Mengawal isu tata ruang dan daerah yang digerakkan oleh Muttaqin Azikin dkk.
-
Divisi Edukasi dan Advokasi: Menjalankan fungsi edukasi hukum dan sosial yang dikoordinasikan oleh Dr. Abdul Haris Hamid dkk.
Melalui komposisi kepengurusan yang solid, MKPD CIDES ICMI Sulsel siap bertransformasi menjadi pusat kajian strategis. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret dan inovasi mutakhir bagi kemajuan pembangunan di Sulawesi Selatan.
Comment