Dukung Asta Cita Prabowo, BPOM dan BPS Sinkronkan Data Pelaku Usaha Nasional

Kepala BPOM Taruna Ikrar dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti saat Pertemuan Strategis Sinkronisasi Data Pelaku Usaha di BPS Command Center Jakarta.

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memperkuat sinergi strategis bersama Badan Pusat Statistik (BPS) RI. Langkah ini bertujuan mempercepat integrasi dan sinkronisasi data pelaku usaha secara nasional guna mendukung implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., memimpin langsung kunjungan delegasi ke BPS Command Center di Gedung 1 Kantor BPS RI, Jakarta, Jumat (24/7/2026). Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, S.T., M.Si., M.Eng., Ph.D., menyambut hangat kedatangan rombongan tersebut untuk membahas penguatan tata kelola data berbasis risiko.

Membangun Sistem Pengawasan Berbasis Data Akurat

Oleh karena itu, penyelarasan data ini menjadi pondasi krusial bagi BPOM dalam memetakan sektor industri obat, pangan olahan, kosmetik, obat bahan alam, hingga suplemen kesehatan. Taruna Ikrar menegaskan bahwa efektivitas pengawasan sangat bergantung pada kualitas data yang valid dan mutakhir.

“Data yang terintegrasi menjadi modal penting dalam mewujudkan pengawasan yang efektif, presisi, dan berbasis bukti,” tegas Taruna.

Selain itu, ia menambahkan bahwa kolaborasi ini mampu mempercepat pelayanan publik. BPOM kini dapat mengidentifikasi tingkat risiko industri secara akurat sekaligus memberikan pendampingan yang tepat sasaran bagi para pelaku usaha, termasuk UMKM.

Fokus pada Transformasi Digital dan Interoperabilitas

Selama pertemuan tersebut, kedua pimpinan lembaga memfokuskan pembahasan pada harmonisasi klasifikasi identitas pelaku usaha serta interoperabilitas sistem data. Langkah ini efektif memangkas duplikasi informasi antara data statistik nasional dengan data pengawasan lapangan.

Di sisi lain, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyambut positif penguatan kerja sama interlembaga ini. Menurutnya, BPS siap mendukung penuh penyediaan data statistik berkualitas demi menghasilkan kebijakan publik yang transparan dan berdampak langsung pada perlindungan masyarakat.

Selanjutnya, delegasi BPOM juga mempelajari pemanfaatan data science, metodologi statistik modern, serta sistem pemantauan data digital yang BPS kembangkan. Pengalaman ini menjadi rujukan utama BPOM dalam mengakselerasi transformasi digital di internal organisasinya.

Mewujudkan Agenda Pembangunan Asta Cita

Sebagai penutup, sinergi nyata antara BPOM dan BPS ini langsung mengawal prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Khususnya, fokus kebijakan menyasar pada efisiensi birokrasi, penguatan daya saing industri lokal, dan perlindungan konsumen secara menyeluruh.

Dengan demikian, kepastian regulasi yang lahir dari data presisi ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memastikan produk Indonesia aman dan berdaya saing di pasar global.

🏛️ Daftar Pejabat yang Hadir Dalam Pertemuan

Delegasi BPOM RI:

  • Irjen Pol. Dr. Jayadi, S.I.K., M.H. (Sekretaris Utama BPOM)

  • dr. Wachyudi Muchsin, SKed., SH., MKes., C.Med. (Staf Khusus Kepala BPOM)

  • Lynda Kurnia Wardhani, S.E., M.Si. (Kepala Biro Kerja Sama dan Humas)

  • Dr. Ria Christine Siagian, S.Si., Apt., M.Sc. (Kepala Pusat Analisis Kebijakan Obat dan Makanan)

  • Nur Iskandarsyah, S.IP., M.T., M.Sc. (Kepala Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan)

  • Akbar Endra (Tim Ahli Bidang Humas)

Jajaran Pimpinan BPS RI:

  • Dr. Pudji Ismartini, M.App.Stat. (Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik)

  • Dr. Ateng Hartono, S.E., M.Si. (Deputi Bidang Distribusi dan Jasa)

  • Joko Parmiyanto, MEDC. (Direktur Sistem Informasi Statistik)

  • Prof. Setia Pramana, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data)

  • Dr. Windhiarso Ponco Adi P., S.Si., M.Eng. (Direktur Neraca Pengeluaran)


Comment