LUWU TIMUR, BERITA-SULSEL.COM — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan terus bergerak aktif untuk memperkuat ketahanan keluarga di berbagai daerah. Oleh karena itu, mereka melaksanakan Rapat Koordinasi dan Pembinaan Program Pokok PKK di Kabupaten Luwu Timur pada Senin, 8 Juni 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi program pembangunan antara provinsi dan kabupaten.
Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan memimpin langsung rapat yang dihadiri oleh jajaran pengurus provinsi serta perwakilan kader dari seluruh wilayah Luwu Timur. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pengurus kecamatan hingga desa harus mengoptimalkan implementasi 10 Program Pokok PKK secara berkelanjutan.
“Kita harus menjadikan 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi utama untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas,” ujar Ketua TP PKK Sulsel dengan penuh optimisme.
Menyoroti Fenomena Gunung Es Kasus Sosial
Selain membahas penguatan kelembagaan, rapat koordinasi ini juga menyoroti berbagai isu sosial yang mendesak di Luwu Timur. Pokja I TP PKK saat ini tengah berfokus pada Program Keluarga SEHATI (Sejahtera, Harmonis, Aman, Tentram, dan Penuh Kasih) untuk merespons kondisi tersebut.
Bukan tanpa alasan, data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) tahun 2025 merekam 55 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Luwu Timur. Angka tersebut mencakup 17 korban kekerasan fisik, 1 korban kekerasan psikis, dan 32 korban kekerasan seksual.
Namun, pengurus PKK memperkirakan jumlah riil di lapangan jauh lebih besar karena adanya fenomena gunung es. Banyak korban yang belum berani melaporkan kasus mereka ke Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA).
Selanjutnya, Pengadilan Agama Luwu Timur mencatat 24 anak mengajukan dispensasi kawin sepanjang tahun 2025. Fenomena pernikahan dini ini memicu kekhawatiran karena berdampak buruk pada kesehatan dan ekonomi anak.
Lebih memprihatinkan lagi, angka perceraian di daerah ini tergolong sangat tinggi. Pada tahun 2024, terdapat 2.734 kasus cerai hidup, yang menempatkan Luwu Timur sebagai salah satu daerah dengan tingkat perceraian tertinggi di Sulawesi Selatan.
Dorong Ekonomi Warga dan Matangkan Agenda Nasional
Meskipun menghadapi tantangan sosial yang berat, TP PKK Luwu Timur terus menunjukkan komitmen nyata dalam pemberdayaan ekonomi. Saat ini, mereka membina 17 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) yang bergerak di sektor kuliner dan kerajinan.
Untuk mendukung usaha tersebut, TP PKK Provinsi Sulsel telah menyalurkan bantuan berupa 300 unit kemasan produk kepada empat pelaku UMKM. Bantuan ini bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Pada akhir pertemuan, Ketua TP PKK Sulsel mengingatkan seluruh kader mengenai agenda besar yang akan datang. Provinsi Sulawesi Selatan telah resmi terpilih sebagai tuan rumah Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tingkat Nasional dan HUT Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tahun 2026.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran pengurus untuk meningkatkan kesiapan administrasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Melalui persiapan yang matang, Sulawesi Selatan optimistis mampu menyukseskan pergelaran nasional tersebut sekaligus menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Comment