Atraktor Cumi Jadi Instrumen Konservasi, Kolaborasi Multipihak Perkuat DPL di Makassar

MAKASSAR — Upaya menjaga keberlanjutan sumber daya laut di Kota Makassar terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Bertepatan dengan peringatan Hari Laut Sedunia 2026, Yayasan Kitaji Pinisi Indonesia (YKPI) bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) mendiseminasikan program pemasangan atraktor cumi di kawasan Daerah Perlindungan Laut (DPL) Pulau Barrang Caddi dan Pulau Bonetambu.

Program ini melibatkan pemerintah, masyarakat pesisir, akademisi, aparat keamanan, hingga organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang konservasi laut. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut secara berkelanjutan.

Menurut perwakilan YKPI, Muhammad Imran Lapong, pemasangan atraktor cumi dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat setempat sejak tahap perencanaan.

“Kami telah memasang atraktor cumi di Pulau Barrang Caddi dan Pulau Bonetambu dengan melibatkan masyarakat sebagai penerima manfaat langsung. Pengetahuan lokal menjadi dasar penting dalam menentukan lokasi pemasangan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal,” ujarnya.

Mendorong Pemulihan Sumber Daya Laut

Atraktor cumi merupakan media buatan yang ditempatkan di perairan untuk menarik cumi-cumi bertelur dan berkembang biak. Teknologi sederhana ini dinilai mampu membantu meningkatkan populasi cumi sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan.

Selain memberikan ruang berkembang biak bagi biota laut, pemasangan atraktor juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan kawasan konservasi berbasis masyarakat yang selama ini dikembangkan di wilayah kepulauan Kota Makassar.

Manajer Program Ekosistem Kelautan KEHATI, Toufik Alansar, mengatakan pihaknya telah mendukung berbagai inisiatif konservasi laut di Makassar selama tiga tahun terakhir melalui kemitraan bersama YKPI.

“Yayasan KEHATI terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan konservasi laut di Kota Makassar. Kami berharap seluruh pihak dapat memanfaatkan hasil-hasil program yang telah dilaksanakan demi keberlanjutan pengelolaan sumber daya pesisir dan laut,” katanya.

Atraktor Cumi Jadi Instrumen Konservasi, Kolaborasi Multipihak Perkuat DPL di Makassar

Memberi Manfaat Ekonomi bagi Nelayan

Selain aspek konservasi, program atraktor cumi juga diyakini mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir. Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia, Nirwan Dessibali, menilai peningkatan hasil tangkapan cumi berpotensi membuka peluang pasar yang lebih luas bagi nelayan.

Menurutnya, hasil tangkapan tersebut dapat dipasarkan langsung ke rumah makan maupun restoran sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat pulau.

“Hasil dari atraktor cumi nantinya dapat didistribusikan langsung ke rumah makan atau restoran. Dengan begitu, manfaat ekonomi bagi masyarakat pulau akan semakin terasa dan kesejahteraan nelayan dapat meningkat,” jelasnya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Sekretaris Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Sitti Subaeda, mengapresiasi kegiatan yang dinilai mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Penguatan Tata Kelola Kawasan Konservasi

Dalam forum diseminasi, sejumlah pihak juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola kawasan konservasi. Perwakilan Kodaeral VI, Dwi Yoga, menekankan perlunya penanda yang jelas pada kawasan konservasi agar dapat terintegrasi dengan sistem pelayaran nasional.

Ia mendorong agar profil kawasan konservasi yang telah ditetapkan dapat disampaikan ke tingkat pusat sehingga masuk dalam peta alur pelayaran dan lebih dikenal oleh pengguna ruang laut.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, lembaga konservasi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Melalui pendekatan tersebut, konservasi tidak hanya berfokus pada perlindungan lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sumber daya laut.


Comment