JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM — Halaman Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI di Jalan Percetakan Negara, Jakarta, mendadak penuh warna pada Senin (17/8/2026). Jajaran pimpinan hingga pegawai BPOM mengenakan pakaian adat Nusantara dari Sabang sampai Merauke untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., bertindak langsung sebagai inspektur upacara. Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, dr. William Adi Teja, bertindak sebagai komandan upacara.
Dalam amanatnya, Taruna mengajak seluruh insan BPOM untuk memaknai kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan. Sebaliknya, ia menekankan pentingnya menjadikan momentum ini untuk memperkuat integritas, profesionalisme, serta pengabdian nyata kepada masyarakat.
Menurut Taruna, medan perjuangan generasi saat ini memang berbeda dari para pahlawan bangsa. Jika para pejuang merebut kemerdekaan dengan jiwa dan raga, maka generasi sekarang harus mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata, inovasi, serta pelayanan publik yang berkualitas.
“Kita harus mengisi kemerdekaan dengan integritas. Bagi keluarga besar BPOM, bentuk pengabdian itu adalah memastikan obat dan makanan yang beredar aman, berkhasiat, bermutu, serta memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Taruna tegas.
Selain itu, Taruna menyoroti keberhasilan BPOM meraih status WHO Listed Authority (WLA). Ia menyebut pencapaian tingkat dunia tersebut sebagai persembahan istimewa institusi untuk bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pengakuan internasional ini membuktikan bahwa sistem regulatori kesehatan Indonesia makin mendapatkan kepercayaan global.
“Status WHO Listed Authority merupakan kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari BPOM. Ini bukan hanya prestasi BPOM, melainkan prestasi seluruh rakyat Indonesia. Bendera Merah Putih kini makin diperhitungkan dalam sistem regulatori kesehatan dunia,” tambah Taruna.
Meski demikian, Taruna mengingatkan agar jajaran BPOM tidak cepat berpuas diri. Sebab, pengakuan dunia justru membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar. BPOM harus terus mempertahankan standar tinggi, meningkatkan kualitas pengawasan, memperkuat inovasi regulasi, serta memprioritaskan keselamatan masyarakat.
Di samping pelaksanaan upacara yang khidmat, BPOM juga menggelar berbagai lomba rekreatif untuk mempererat kebersamaan. Para pegawai antusias mengikuti pertandingan bulu tangkis hingga permainan domino yang unik dengan mengenakan daster. Gelak tawa dan suasana kekeluargaan pun mewarnai seluruh rangkaian perayaan tersebut.
Bagi Taruna, keberagaman busana adat yang dikenakan para peserta upacara mencerminkan kekuatan bangsa Indonesia. Kebinekaan ini sekaligus mengingatkan jajaran BPOM agar terus memberikan pelayanan yang merata ke seluruh pelosok negeri.
“Meskipun kita berbeda pakaian adat, bahasa, dan budaya dari Sabang sampai Merauke, kita tetap menyatu dalam semangat Merah Putih. Kita memikul satu tanggung jawab bersama: menjaga Indonesia,” pungkas Taruna.
Comment