LUWU UTARA, BERITA-SULSEL.COM — Babak baru konektivitas Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, mulai terbuka. Untuk pertama kalinya dalam momen yang mendapat sambutan antusias warga, kendaraan roda empat berhasil mencapai wilayah dataran tinggi tersebut melalui jalur darat.
Momen itu berlangsung saat Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, bersama rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan perjalanan menuju Rampi.
Rombongan berangkat dari Kota Masamba sekitar pukul 10.00 WITA. Selanjutnya, mereka menempuh perjalanan darat selama kurang lebih delapan jam dengan melewati kawasan hutan dan medan pegunungan yang berat.
Sekitar pukul 21.00 WITA, rombongan akhirnya tiba di Kecamatan Rampi.
Kedatangan kendaraan roda empat tersebut langsung menarik perhatian warga. Masyarakat menyambut rombongan dengan antusias. Bahkan, suasana haru dan kegembiraan mewarnai kedatangan mereka di tengah malam.
“Tembus betul mi mobil…” ujar seorang warga setempat.
Ucapan tersebut menggambarkan rasa haru warga ketika melihat kendaraan roda empat berhasil mencapai Rampi melalui jalur darat.
Rampi Hadapi Tantangan Geografis
Rampi memiliki luas wilayah sekitar 1.565,66 kilometer persegi. Kecamatan ini berada di kawasan dataran tinggi Luwu Utara dan berbatasan dengan wilayah Sulawesi Tengah serta Kabupaten Luwu Timur.
Selama ini, kondisi geografis menjadi salah satu tantangan dalam mobilitas masyarakat. Medan yang berat membuat akses menuju Rampi membutuhkan waktu dan kendaraan yang mampu menghadapi jalur pegunungan.
Karena itu, keberhasilan kendaraan roda empat mencapai Rampi menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat.
Selain membuka peluang mobilitas yang lebih luas, akses kendaraan roda empat juga dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Terlebih, Rampi memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang dapat dikembangkan.
Dengan konektivitas yang semakin terbuka, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk membawa hasil produksi menuju wilayah pemasaran.
Buka Peluang Ekonomi Masyarakat
Akses transportasi memiliki peran penting bagi wilayah terpencil. Bukan hanya untuk mobilitas warga, tetapi juga untuk distribusi kebutuhan pokok, hasil pertanian, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas pemerintahan.
Karena itu, terbukanya jalur kendaraan roda empat menuju Rampi dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat konektivitas kawasan.
Namun, keberhasilan perjalanan tersebut juga perlu diikuti dengan peningkatan kualitas dan keberlanjutan akses. Dengan demikian, manfaat konektivitas dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara juga diharapkan terus mendorong pembangunan infrastruktur yang mampu menghubungkan masyarakat Rampi dengan pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi.
Pada akhirnya, masuknya kendaraan roda empat ke Rampi bukan sekadar tentang perjalanan menembus medan berat. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi simbol terbukanya peluang baru bagi masyarakat di dataran tinggi Luwu Utara.
Dari jalur pegunungan yang selama ini menjadi tantangan, kini muncul harapan agar Rampi semakin terhubung, sehingga potensi wilayah dan aktivitas masyarakat dapat berkembang lebih luas.
Comment