MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM –
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar.
Nadiem menilai kebijakan baru Kampus Merdeka mampu mendorong mahasiswa menggali banyak ilmu dan pengalaman dalam proses perjalanannya, kebijakan tersebut terus disosialisasikan pada seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Islam Makassar (UIM) melakukan sosialisasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka atau MBKM. Kegiatan ini dilakukan melalui via zoom atau daring di Jalan Perintis Kemerdekaan, Sabtu, (5/12/2020).
Dekan Fisip UIM Dra Zohrah Basalamah, M.Si mengatakan, sosialisasi yang dilakukan bertujuan agar mahasiswa atau dosen bisa memahami seperti apa itu MBKM.
“Ada 8 indikator kinerja utama perguruan tinggi yang telah ditetapkan Kemendikbud, yakni pertukaran pelajar, magang atau praktik pekerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, study/proyek independen, membangun desa/KKN,” ujarnya saat ditemui di ruangnya.
“Jika mahasiswa sudah paham, barulah kita menawarkan haknya untuk Belajar merdeka seperti apa yang telah diluncurkan Mendikbud,” ujarnya.
“Kita harus menciptakan mahasiswa yang unggul, berkompeten dalam segala bidang dan bisa mengharumkan nama bangsa. Apa lagi, di era sekarang ini, kemajuan teknologi semakin canggih. Kita juga harus mampu bersaing dalam kemajuan teknologi,” tambahnya.
Walau perguruan tinggi swasta, jelas Zhorah, UIM harus bisa bersaing dengan PTS bahkan PTN. Semua masih di bawah naungan Kemendikbud dan menerapkan MBKM.
“Sosialisasi ini sangat penting bagi kita semua. Masuknya MBKM ini bisa dipahami mahasiswa. Kami sudah menerapkan 2 dari 8 indikator tersebut yaitu magang bersertifikat dan lintas prodi,” jelasnya.
Ia berharap diterapkanya MBKM ini, alumni mahasiswa Fisip UIM mampu bersaing di dunia kerja dan memberi contoh yang baik kepada yang lain. (*)
Comment