Ini Petuah Tokoh Pendidikan Sulsel Soal Bentrok Polisi VS Satpol PP

Andi Mustaman. BERITA-SULSEL.COM/IDRIS
Andi Mustaman. BERITA-SULSEL.COM/IDRIS

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Bentrokan antara oknum anggota Sabhara Polrestabes Makassar serta Polda Sulsel melawan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar yang terjadi di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (6/8/2016) yang berlanjut di Kantor Balai Kota Minggu (7/8/2016) dini hari kemarin mengundang reaksi dari berbagai pihak.

Salah satunya, Tokoh Pendidikan Sulsel Andi Mustaman. Ia turut menyayangkan terjadinya insiden yang bermula dari kesalahpahaman itu. Menurutnya, insiden tersebut terjadi akibat minimnya koordinasi antar petugas di lapangan.

Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada yang membina Kampus STIE Wira Bhakti Makassar itu menghimbau agar seluruh elemen terkait agar menahan diri dalam menyikapi masalah tersebut.

“Saya sepakat dengan statement pak Kapolda semalam, kalau kita semua harus lebih meningkatkan koordinasi dan harus menahan diri,” ungkapnya di Makassar, Senin (8/8/2016).

“Selain pihak kepolisian dan satpol PP, kerabat dan dari pihak keluarga korban juga harus menahan diri. Tidak menutup kemungkinan kalau keluarga korban ada yang masih menaruh dendam. Hal-hal yang tidak diinginkan harus segera diantisipasi,” tuturnya.

Terakhir, Ia juga menghimbau agar proses hukum tetap dijalankan bagi oknum yang terbukti terlibat dalam insiden tersebut.

“Kedepannya koordinasi dengan petugas di lapangan harus diperbaiki agar tidak lagi terjadi gesekan-gesekan. Insiden ini tidak boleh terulang, dan proses hukum harus tetap dijalankan,” tegasnya.

Baca Juga

Ini Kata Kapolda Sulselbar Soal Serangan Polisi ke Markas Satpol PP

Danny Pomanto : Kami Diserang Polisi

Kapolda : Jangan Ada Provokator Diperistiwa Satpol PP Vs Polisi

Danny Pomanto : Penyerangan Markas Satpol PP Harus Diselesaikan Secara Hukum

Dikatahui, Insiden antar oknum kepolisian dan Satpol PP Makassar bermula dari kesalahpahaman. Dua anggota Sabhara Polrestabes, Bripda Hendrik dan Bripda Asmat, berpakaian dinas mengendarai motor dinas trail masuk ke Anjungan Losari.

Keduanya lalu terlibat percekcokan dengan seorang anggota Satpol PP, Safri. Tidak lama kemudian, kedua anggota Sabhara Polrestabes Makassar itu terlibat perkelahian dengan Safri dan anggota Satpol PP lainnya. Kedua belah pihak saling kejar-kejaran di sepanjang Anjungan Pantai Losari. Bahkan, polisi puluhan kali melepaskan tembakan.

Perkelahian pun berhasil diredam dan kedua anggota Polrestabes Makassar itu pergi meninggalkan Anjungan Pantai Losari.

Ternyata, keduanya pergi melaporkan kasus pengeroyokan yang dialaminya dikantornya di Polrestabes Makassar.

Tidak lama kemudian, puluhan anggota Sabhara Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel melakukan penyerangan di kantor Balai Kota Makassar.

Puluhan kendaraan roda empat dan dua rusak, termasuk kaca-kaca kantor Balai Kota Makassar pecah. Bahkan, banyak darah berceceran di lantai.

Seorang anggota Sabhara Polda Sulsel, Bripda Michael Abraham Rieuwpassa, tewas saat anggota Sabhara Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel melakukan penyerangan ke Kantor Balai Kota Makassar.

Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab tewasnya Bripda Michael. Jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara dilakukan otopsi.

Selain Bripda Michael, seorang anggota Satpol PP Kota Makassar terkena tikaman dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.


Comment