MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Olahraga domino di Indonesia tengah bersiap melakukan transformasi besar dari sekadar permainan rekreatif menjadi cabang olahraga prestasi yang diakui secara nasional.
Langkah strategis ini ditandai dengan penunjukan Dr. Fahrizal, M.Pd, pakar Sport Science sekaligus akademisi dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), sebagai tim perumus kurikulum dan Rules of the Game Pengurus Besar Organisasi Olahraga Domino Indonesia (PB ORADO).
Putra asli Sulawesi Selatan ini dipercaya mengemban misi penting dalam menyusun peraturan dan pedoman pertandingan Domino 101 ORADO. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan sentuhan ilmiah dalam tata kelola permainan domino agar memenuhi standar olahraga prestasi internasional.

Domino Harus “Naik Kelas” Melalui Standarisasi
Dalam keterangannya, Dr. Fahrizal menegaskan bahwa untuk menjadikan domino sebagai cabang olahraga yang diakui oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), diperlukan landasan yang kuat. Menurutnya, domino tidak bisa lagi hanya dilihat sebagai pengisi waktu luang di pos ronda atau kafe, melainkan harus memiliki karakteristik permainan dan sistem penilaian yang terstruktur.
“Jika ingin domino ‘naik kelas’ dan diakui sebagai cabang olahraga resmi, ia harus memiliki sistem pertandingan dan penjenjangan pembinaan yang sistematis. Tidak hanya sebatas bermain, tetapi harus memiliki parameter teknis dan fisik yang terukur,” ujar Dr. Fahrizal di Makassar.
Ia menambahkan bahwa standarisasi ini dilakukan dengan menyusun kurikulum pembinaan serta mempersiapkan perangkat pertandingan yang berjenjang. Hal ini merujuk pada statuta yang diatur dalam regulasi olahraga prestasi dunia, di mana setiap disiplin harus memiliki struktur organisasi, aturan baku, dan jenjang kompetisi yang jelas.
Fokus pada SDM: Training Wasit Nasional
Saat ini, PB ORADO tengah bergerak cepat dalam melakukan akselerasi. Salah satu agenda utama yang sedang berjalan adalah pelaksanaan Training Wasit di seluruh provinsi di Indonesia. Langkah ini diambil untuk memastikan tersedianya perangkat kompetisi yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki legalitas formal.
“Kita sedang sibuk melaksanakan pelatihan wasit nasional untuk memastikan kesiapan perangkat kompetisi. Perangkat yang legal dan paham Rules of the Game adalah kunci utama dari sportivitas sebuah pertandingan,” tegas dosen FIKK UNM tersebut.
Pembinaan Atlet: Dari Junior Hingga Senior
Guna menjamin keberlanjutan prestasi, Dr. Fahrizal bersama tim perumus tengah menyiapkan program pembinaan atlet yang dibagi ke dalam beberapa kategori, mulai dari tingkat Junior, Pelajar, hingga Senior.
Program ini nantinya akan disosialisasikan secara masif ke seluruh penjuru tanah air. Targetnya adalah menciptakan ekosistem kompetisi yang berjenjang, mulai dari tingkat Cabang (Kabupaten/Kota), tingkat Provinsi, hingga puncaknya pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
“Ini sudah running. Kami melakukan akselerasi dalam diseminasi peraturan dan standar turnamen. Kami ingin masyarakat tahu bahwa domino di bawah naungan ORADO adalah olahraga yang menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme,” pungkasnya.
Dengan keterlibatan pakar Sport Science, PB ORADO optimis domino akan segera menyusul cabang olahraga asah otak lainnya seperti catur dan bridge untuk menjadi bagian dari keluarga besar KONI. Ini menjadi angin segar bagi para pecinta domino di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan yang merupakan salah satu lumbung pemain domino berbakat.
Comment