Hari Kartini 2026: Pelajar Gowa Tantang Bupati Lewat Surat

Hari Kartini 2026: Pelajar Gowa Tantang Bupati Lewat Surat

GOWA, BERITA-SULSEL.COM — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa memiliki cara unik untuk memperingati Hari Kartini tahun 2026. Mereka menggelar lomba menulis bertajuk “Surat untuk Pemimpin: Meneruskan Jejak Pena Kartini untuk Gowa yang Lebih Maju.”

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa, Abidzar Husain Sulaiman, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjadi wadah kreativitas pelajar. Selain itu, lomba tersebut hadir untuk menumbuhkan semangat literasi dan keberanian anak muda dalam menyampaikan gagasan.

“Kami ingin mendorong pelajar di Gowa agar berani menulis. Mereka harus mampu menyampaikan aspirasi secara santun,” ungkap Abidzar saat memberikan keterangan, Selasa (21/4).

Meneladani Semangat R.A. Kartini

Menurut Abidzar, sosok R.A. Kartini sangat identik dengan kekuatan tulisan yang inspiratif. Oleh karena itu, generasi muda saat ini perlu meneladani semangat tersebut agar bisa berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Selanjutnya, panitia membuka lomba ini untuk pelajar dari 18 kecamatan di Kabupaten Gowa. Peserta terbagi ke dalam tiga kategori utama, yakni jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA.

Adapun subtema yang tersedia sangat beragam. Para siswa dapat menulis tentang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, isu lingkungan, hingga pelestarian nilai budaya dan syiar Islam.

Jadwal dan Total Hadiah

Pemerintah Kabupaten Gowa telah menyusun jadwal pelaksanaan secara sistematis. Proses pendaftaran dan pengumpulan karya berlangsung mulai 20 hingga 25 April 2026 melalui tautan daring resmi. Setelah itu, tim juri akan melakukan penilaian pada 26-28 April 2026.

“Kami akan mengumumkan pemenang pada 29 April mendatang. Sementara itu, penyerahan hadiah yang berupa uang tunai jutaan rupiah dan sertifikat akan berlangsung saat peringatan Hari Pendidikan Nasional,” tambah Abidzar.

Pada akhir keterangannya, ia berharap kegiatan ini meningkatkan budaya literasi secara signifikan. Dengan demikian, anak-anak di Gowa tidak hanya mengenal Kartini lewat buku sejarah, tetapi juga mampu meneruskan perjuangannya melalui karya tulis yang bermanfaat.


Comment