BONE, BERITA-SULSEL.COM-– Memasuki pertengahan tahun 2026, keinginan warga Kabupaten Bone untuk bisa menikmati kesehatan gratis melalui Universal Health Coverage (UHC) Non Cut Off, rupanya masih sebatas angan-angan.
Kepala Dinas Kesehatan Bone, dokter Yusuf, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (23/5/26), mengungkap bahwa sampai hari ini, Pemkab Bone rupanya belum menyelesaikan utang BPJS Kesehatan
“Belum semuanya, tapi sudah ada yang terbayarkan,” ujarnya.
Diketahui dalam dokumen KUA PPAS tahun anggaran 2026 yang disepakati dengan TAPD tertuang anggaran sebesar Rp 174 miliar untuk UHC dan ini dinyatakan cukup untuk melakukan MoU UHC tahun ini.
Kepala BPJS Kesehatan Bone, Indira Azis Lumarutur, pernah menyampaikan dalam rapat bersama Pemkab Bone pada April lalu bahwa capaian kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Bone telah mencapai 822.829 jiwa atau 98,72 persen dari total penduduk.
Namun, tingkat keaktifan peserta masih berada di angka 73,70 persen atau 614.244 jiwa, sementara untuk mempertahankan status UHC Prioritas, tingkat keaktifan peserta harus mencapai minimal 80 persen.
“UHC itu harapan masyarakat Bone, harapan kami juga. UHC prioritas itu kan ada syarat dan ketentuannya, kebetulan untuk kabupaten Bone kita lagi upayakan penuhi kriteria tersebut, kalau terpenuhi semoga bisa secepatnya,” ujar Indira saat Media Gathering di sebuah Cafe, Jumat (22/5/26).
UHC Non Cut Off adalah layanan kesehatan gratis dari BPJS Kesehatan dimana masyarakat yang baru terdaftar bisa langsung menggunakannya tanpa harus menunggu masa aktif, cukup perlihatkan KTP atau KSebenarnya warga kabupaten Bone sudah pernah merasakan layanan UHC Non Cut Off pada 2023 lalu, namun di awal 2025 pihak BPJS menghentikan layanan karena pihak Pemkab Bone belum menyelesaikan tunggakan. Sempat terbayar Rp15 miliar di 2025, Kabid Anggaran BKAD Pemkab Bone, Awaluddin, mengungkap sudah terbayar lagi tahun ini sehingga tersisa Rp45 miliar.
“Sekarang sudah turun jadi 45 (miliar, red),” singkat Awaluddin. (eka)
Comment