Kawal Program Presiden Prabowo, BBPOM Makassar Sebar ‘Pasukan’ Pemburu Racun Makanan Bergizi Gratis

Kawal Program Presiden Prabowo, BBPOM Makassar Sebar 'Pasukan' Pemburu Racun Makanan Bergizi Gratis

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — BBPOM di Makassar bergerak cepat mengawal program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG). Demi memastikan makanan aman dan bebas cemaran berbahaya, BBPOM Makassar melatih puluhan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam teknik deteksi dini keamanan pangan pada Kamis (14/8/2026).

Sebanyak 138 peserta yang terdiri dari Kepala SPPG dan Ahli Gizi dari 69 SPPG wilayah Kota Makassar, Kabupaten Maros, serta Kabupaten Gowa memadati Aula Baji Minasa BBPOM Makassar. Mereka menyerap pengetahuan langsung dari para ahli laboratorium BBPOM.

Kepala BBPOM di Makassar, Yosef, menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. Menurutnya, BPOM wajib mengawal penuh program prioritas pemerintah.

“Program MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Selain itu, program ini juga membuka lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi kerakyatan,” kata Yosef.

Oleh karena itu, seluruh pihak harus mengawal ketat rantai penyediaan pangan dari hulu ke hilir. Yosef mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sejak pemilihan bahan baku, proses memasak, pemorsian, hingga pengiriman ke penerima manfaat. Petugas wajib meminimalkan potensi kontaminasi fisik, kimia, maupun biologi yang berisiko memicu keracunan makanan.

Dalam sesi pelatihan, narasumber laboratorium BBPOM membekali peserta keterampilan praktis menggunakan rapid test kit (alat uji cepat). Para peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi mereka juga langsung mempraktikkan pengujian terhadap berbagai bahan makanan.

Mereka menguji sampel untuk mendeteksi bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, nitrit, dan residu pestisida. Selain itu, peserta menguji tingkat kesegaran daging ayam serta kadar histamin pada ikan. Keterampilan ini sangat krusial agar petugas mampu menyaring bahan baku tercemar sebelum mengolahnya menjadi hidangan MBG.

“Pelatihan rapid test kit ini menjadi langkah deteksi dini cemaran kimia berbahaya dalam bahan baku seperti ayam, ikan, sayur, buah, serta produk olahan seperti kornet dan sosis,” jelas Yosef.

Mengenai uji mikrobiologi, Yosef mengakui bahwa SPPG saat ini belum memiliki fasilitas inkubasi bakteri secara menyeluruh. Namun, ia meminta para petugas tetap waspada terhadap bahan baku berprotein tinggi seperti Daging, Unggas, Ikan, dan Telur (DUIT). Bahan-bahan tersebut sangat disukai bakteri untuk berkembang biak.

“Lakukan deteksi sederhana melalui organoleptis. Jika petugas menemukan penyimpangan warna, bau, atau rasa yang tidak normal, segera buang dan jangan konsumsi bahan tersebut,” tegas Yosef.

Sementara itu, Kepala KPPG Makassar, Handayani, menyambut hangat dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif BBPOM Makassar. Ia menilai pelatihan praktis ini memberikan bekal konkret bagi petugas di lapangan.

“Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Pengetahuan dan keterampilan ini akan langsung kami terapkan di SPPG masing-masing. Kami berharap kolaborasi bersama BBPOM Makassar terus berlanjut demi menjaga standar keamanan pangan MBG,” ujar Handayani.

Melalui sinergi erat ini, BBPOM Makassar dan KPPG Makassar optimistis mampu menyajikan Makan Bergizi Gratis yang aman, bermutu, dan kaya gizi. Langkah nyata ini menjadi fondasi penting untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.


Comment