FKDSI Desak LPDP Buka Pintu Lebih Lebar untuk Putra Daerah 3T dan Ahli Pangan

Andi Herenal Daeng Toto

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM — Forum Komunikasi Dosen Seluruh Indonesia (FKDSI) mendorong Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memperkuat kebijakan beasiswa afirmasi. Langkah ini menyasar para calon penerima beasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selain itu, FKDSI meminta pemerintah meningkatkan alokasi beasiswa di sektor strategis, terutama bidang ketahanan pangan.

Ketua Umum FKDSI, Andi Herenal Daeng Toto, menegaskan bahwa kebijakan beasiswa wajib memperhitungkan pemerataan kesempatan pendidikan. Pasalnya, pendaftar dari wilayah 3T kerap menghadapi keterbatasan fasilitas, akses informasi, serta pendampingan studi jika membandingkannya dengan calon penerima di kota besar.

“Oleh karena itu, kami mendorong LPDP agar terus memperkuat kebijakan afirmasi bagi talenta daerah 3T. Langkah ini bukan untuk menurunkan standar seleksi, melainkan menciptakan ruang kompetisi yang adil bagi seluruh anak bangsa,” ujar Andi Herenal.

Selanjutnya, FKDSI menekankan bahwa pendekatan afirmasi harus berjalan secara terukur dan presisi. Dengan demikian, penguji dapat menilai potensi kepemimpinan dan akademik peserta tanpa mengabaikan kualitas serta kompetensi dasar.

Fokus pada Riset Ketahanan Pangan

Di sisi lain, FKDSI juga menyoroti krusialnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Sektor vital ini membutuhkan sumbangsih nyata dari riset perguruan tinggi guna menghadapi krisis iklim, peningkatan produktivitas, serta rantai distribusi pangan.

Sebab itu, FKDSI mengusulkan agar LPDP memberi prioritas lebih pada pendaftar jurusan pertanian, peternakan, perikanan, agribisnis, hingga teknologi pangan.

“Investasi pendidikan harus menjawab kebutuhan nyata pembangunan. Karenanya, penguatan SDM di sektor pangan akan melahirkan inovasi teknologi dan memberi nilai tambah bagi petani serta nelayan lokal,” tambahnya.

Maka dari itu, FKDSI menyarankan agar LPDP menentukan prioritas bidang studi berdasarkan kajian kebutuhan industri dan kebijakan pembangunan nasional.

Seleksi Tetap Ketat dan Akuntabel

Meskipun mendorong penguatan afirmasi, FKDSI menegaskan bahwa usulan ini tidak bertujuan melonggarkan kriteria seleksi secara sembarangan. LPDP tetap memegang kewenangan penuh untuk menentukan kelulusan peserta sesuai aturan yang berlaku.

Oleh sebab itu, FKDSI mendorong pelaksanaan seleksi afirmasi yang transparan, objektif, dan rutin terevaluasi. Evaluasi berkala ini penting untuk memastikan bahwa dana abadi pendidikan benar-benar melahirkan SDM unggul yang relevan.

Selain itu, FKDSI mengajak LPDP, perguruan tinggi, dan akademisi untuk mempererat ruang dialog. Sinergi ini akan membantu pembuat kebijakan memahami kendala nyata pendaftar dari daerah 3T sekaligus memetakan kebutuhan peneliti pangan di lapangan.

Pada akhirnya, FKDSI berharap LPDP tidak hanya mengukur keberhasilan program dari jumlah alumni, melainkan dari besarnya kontribusi dan karya nyata lulusan bagi kemajuan Indonesia.


Comment