
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Andi Niarti Ningsih menyatakan mendukung jika ada akademisi atau tokoh pendidikan yang ikut terlibat dalam dunia politik, termasuk ingin maju sebagai calon kepala daerah atau Pilkada 2018 mendatang.
Kata dia, saat ini banyak kepala daerah, baik bupati, walikota maupun gubernur berlatar belakang akademisi, bukan kader partai politik.
“Baru-baru ini kita lihat Pilkada Jakarta. Anis Baswedan memiliki latar belakang akademisi yang terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta,” ujarnya kepada wartawan usai menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Groweth Center Perintis KM 9, Selasa (2/5/2017).
Tak hanya itu, jelas Prof Niar, sapaan akrabnya, di Sulsel saat ini ada kepala daerah berlatar belakang akademisi, yakni Prof Nurdin Abdullah. Untuk itu, jika ada figur lain yang berlatar belakang akademisi ingin maju di Pilkada, tentu dirinya secara pribadi akan mendukung.
“Keterlibatan akademisi atau tokoh pendidikan dalam dunia politik bisa memberi warna tersendiri. Mereka bisamemperjuangkan peningkatan kualitas dan mutu pendidikan secara umum,” ungkapnya.
Kata dia, keterlibatan akademiai atau tokoh pendidikan di Pilkada akan mengambil alih estapet kepemimpinan. Maka, regulasi yang terbangun akan banyak memperjuangkan aspek pendidikan secara umum.
“Kan bagus kalau orang pendidikan yang jadi kepala daearah. Secara pribadi saya mendukung mereka. Termasuk Pak Andi Mustaman yang saat ini banyak dibicarakan orang. Beliau ingin membangun pendidikan di Makassar,” ujarnya. (*)
Comment